Tag Archives: Indonesia

https://hementeslimat.com

Lima Wakil Indonesia Siap Berjuang di Babak Kedua Swiss Open 2025

Sebanyak lima wakil Indonesia dipastikan melanjutkan perjuangan mereka di babak kedua turnamen BWF World Tour Super 300 Swiss Open 2025 yang digelar di St. Jakobshalle, Basel. Dari sektor ganda putra, tiga pasangan Indonesia berhasil melaju, yakni Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, serta Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin. Sabar/Reza akan menghadapi pasangan asal Inggris, Callum Hemming/Ethan van Leeuwen. Bermodal kemenangan di pertemuan sebelumnya pada Orleans Masters 2025 dengan skor 21-16, 21-8, mereka diunggulkan untuk kembali meraih hasil positif.

Leo/Bagas juga berpotensi melaju ke babak berikutnya setelah dominan dalam dua laga terakhir melawan ganda putra Taiwan, Fang-Chih Lee/Fang-Jen Lee. Mereka menang di Japan Open 2024 serta All England 2025 dengan skor meyakinkan. Sementara itu, Fikri/Daniel akan menghadapi tantangan baru dengan bertemu wakil Denmark, Andreas Sondergaard/Jesper Toft, dalam pertemuan perdana mereka.

Di sektor ganda putri, Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi menjadi satu-satunya wakil Indonesia. Mereka akan berhadapan dengan pasangan Taiwan, Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun, yang sebelumnya mereka kalahkan di Thailand Masters 2024 dengan skor 21-14, 24-22. Sementara di tunggal putri, Putri Kusuma Wardani akan menantang Anupama Upadhyaya dari India. Putri punya rekor positif atas lawannya dengan dua kemenangan di Bangladesh International Challenge 2021 dan Australian Open 2024.

Berdasarkan catatan pertemuan sebelumnya, kelima wakil Indonesia memiliki peluang besar untuk melaju lebih jauh. Namun, mereka tetap harus waspada karena dalam dunia bulu tangkis, kejutan bisa terjadi kapan saja.

Rehan/Gloria Melaju ke Final Orleans Masters 2025, Harapan Terakhir Indonesia

Ganda campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto dan Gloria Emanuelle Widjaja, berhasil mengamankan tiket ke final BWF World Tour Super 300 Orleans Masters 2025 setelah menundukkan pasangan Korea Selatan, Lee Jong Min dan Chae Yu Jung, dalam laga semifinal yang berlangsung di Palais des Sports, Orleans, Prancis. Lewat pertarungan sengit tiga gim, Rehan/Gloria menang dengan skor 21-16, 18-21, 21-13.

Setelah mengamankan gim pertama, pasangan Indonesia sempat kesulitan menghadapi kebangkitan lawan pada gim kedua. Namun, pada gim penentu, mereka tampil dominan dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan meyakinkan. Kemenangan ini membawa mereka ke final, di mana mereka akan menghadapi pasangan Denmark, Jesper Toft dan Amalie Magelund, yang sebelumnya menyingkirkan ganda campuran Thailand, Ruttanapak Oupthong dan Jhenicha Sudjaipraparat, dengan skor 21-12, 21-16.

Ini menjadi final kedua bagi Rehan/Gloria musim ini setelah sebelumnya mereka juga mencapai partai puncak German Open 2025. Sayangnya, mereka harus puas sebagai runner-up setelah kalah dari duet Belanda/Denmark, Robin Tabeling dan Alexandra Boje. Kesuksesan ini juga menjadi pencapaian istimewa bagi Gloria, yang pertama kali naik podium di turnamen besar.

Rehan/Gloria menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di final setelah ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan ganda campuran Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil harus terhenti di perempat final. Dengan semangat juang tinggi, Rehan dan Gloria siap memberikan yang terbaik demi membawa pulang gelar juara bagi Indonesia.

Trofi Bukan Segalanya! Ruben Amorim Fokus Bangun Fondasi Tim

Manchester – Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, menegaskan bahwa membangun tim yang solid dan berkelanjutan jauh lebih penting dibandingkan sekadar mengejar gelar dalam satu musim. Pernyataan ini ia sampaikan menjelang laga leg pertama babak 16 besar Liga Europa melawan Real Sociedad.

Setan Merah baru saja mengalami kekecewaan usai tersingkir dari Piala FA setelah kalah dalam drama adu penalti melawan Fulham. Kini, satu-satunya peluang mereka untuk meraih trofi sekaligus mengamankan tiket ke kompetisi Eropa musim depan adalah dengan menjuarai Liga Europa.

Meski tekanan semakin besar, Amorim lebih memilih untuk berfokus pada penguatan tim dalam jangka panjang ketimbang hanya mengincar gelar dalam waktu singkat.

“Kami Sedang Membangun Sesuatu yang Lebih Besar”

Walaupun Liga Europa menjadi satu-satunya kesempatan United untuk meraih gelar musim ini, Amorim menegaskan bahwa ada aspek yang lebih krusial yang perlu diperhatikan.

“Semua orang melihat Liga Europa sebagai peluang terakhir kami untuk memenangkan sesuatu musim ini, terutama karena ada kaitannya dengan tiket Liga Champions. Namun, bagi saya, ada hal yang lebih penting dari itu,” ujar Amorim.

Menurutnya, United perlu fokus pada pembangunan fondasi tim yang lebih kuat agar bisa bersaing di level tertinggi dalam jangka panjang. Ia meyakini bahwa pendekatan ini akan memberikan dampak yang lebih besar bagi klub dibandingkan kemenangan sesaat.

Fokus pada Masa Depan Klub

Amorim memahami bahwa sebagai pelatih, ia memiliki tanggung jawab untuk berusaha meraih trofi dalam setiap kompetisi yang diikuti. Namun, ia menegaskan bahwa membangun tim dengan struktur yang kokoh adalah prioritas utama.

“Kami tentu ingin bersaing untuk setiap gelar, tetapi saat ini kami tengah merancang sesuatu yang bisa bertahan lebih lama dibandingkan trofi di musim ini,” tambahnya.

Pelatih asal Portugal tersebut juga mengaku tetap percaya diri meskipun United sedang mengalami periode sulit. Ia yakin bahwa manajemen klub memahami proses yang sedang dijalankan dan mendukung visi jangka panjangnya.

Dengan pendekatan ini, Amorim berharap Manchester United bisa kembali menjadi kekuatan dominan di Eropa, bukan hanya untuk satu musim, tetapi untuk bertahun-tahun ke depan.

Patrick Kluivert Tangani Timnas Indonesia, Sergio van Dijk Yakin Akan Sukses

Patrick Kluivert resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Timnas Indonesia, menggantikan Shin Tae-yong. Keputusan ini mendapat respons positif dari mantan pemain Timnas, Sergio van Dijk, yang optimis bahwa Kluivert akan membawa kesuksesan bagi skuad Garuda. Menurut Van Dijk, salah satu faktor utama yang bisa mendukung kesuksesan Kluivert adalah kemampuannya dalam berkomunikasi dengan para pemain.

Van Dijk menilai bahwa banyak pelatih yang gagal bukan karena taktik, tetapi karena kurangnya kemampuan beradaptasi dan komunikasi dengan tim. Ia menegaskan bahwa Kluivert memiliki pendekatan berbeda yang memungkinkan para pemain merasa nyaman dan memahami strategi yang diterapkan. Cara Kluivert dalam berkomunikasi disebutnya sebagai kekuatan yang dapat membuat Timnas semakin berkembang.

Sebagai mantan pemain top Eropa yang pernah berseragam Barcelona dan Timnas Belanda, Kluivert memiliki pengalaman yang kaya dalam dunia sepak bola. Ia juga pernah melatih di berbagai level, termasuk menjadi asisten pelatih Timnas Belanda dan menangani beberapa klub. Pengalamannya ini diyakini akan membantu dalam membangun mental serta meningkatkan performa Timnas Indonesia.

Patrick Kluivert akan menjalani pertandingan pertamanya sebagai pelatih Timnas Indonesia dalam ajang kualifikasi Piala Dunia saat menghadapi Australia pada 20 Maret mendatang. Selang lima hari kemudian, ia akan kembali memimpin skuad Garuda dalam laga melawan Bahrain di Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Kedua laga ini akan menjadi tantangan awal bagi Kluivert dalam menyusun strategi terbaik untuk Timnas Indonesia. Jika mampu meraih hasil positif, hal ini dapat menjadi awal yang menjanjikan bagi kiprahnya dalam membawa Timnas menuju prestasi lebih tinggi.

Arsenal Mencari Pengganti Kai Havertz, Siapa yang Layak Masuk Daftar?

Cedera yang dialami Kai Havertz membuat Arsenal harus cepat beradaptasi dan mencari penggantinya, mengingat bursa transfer telah resmi ditutup. Mikel Arteta, sebagai pelatih, kini dihadapkan pada tantangan besar dalam mengelola skuadnya untuk mengarungi sisa musim di Liga Inggris. Kehilangan Havertz, yang menjadi aset berharga di lini serang, memaksa tim untuk berpikir kreatif dan memanfaatkan pemain yang ada.

Untuk menutupi celah yang ditinggalkan oleh pemain asal Jerman tersebut, beberapa penyerang dengan status bebas transfer kini menjadi opsi menarik. Berikut beberapa nama yang bisa menjadi solusi jangka pendek bagi The Gunners di sisa musim ini.

Lucas Perez: Kembalinya Penyerang Andal

Lucas Perez bisa menjadi opsi yang mengejutkan, meskipun ia memiliki kenangan kurang menyenangkan selama di Arsenal antara 2016 hingga 2018. Hanya mencetak satu gol dalam 11 penampilan, Perez kemudian membuktikan kualitasnya di Deportivo La Coruna dengan 62 gol dari 172 pertandingan. Pengalamannya sebagai penyerang produktif menjadikannya kandidat yang patut dipertimbangkan, terlebih sebagai solusi sementara. Meskipun kembali ke London utara terdengar sulit, Perez bisa menjadi pilihan yang menarik dalam situasi darurat ini.

Carlos Vela: Bintang MLS yang Pantas Dipertimbangkan

Nama lain yang tak kalah menarik adalah Carlos Vela. Meski masa tinggalnya di Arsenal tidak berkesan dengan hanya 29 penampilan, kariernya di Major League Soccer (MLS) sangat gemilang. Di LAFC, ia mencetak 78 gol dalam 152 pertandingan, menunjukkan performa luar biasa. Gaya bermainnya yang dinamis dan kemampuan mencetak gol dapat memberikan dimensi baru pada lini serang Arsenal yang tengah terpuruk. Statusnya sebagai pemain bebas transfer menjadikannya alternatif yang sangat terjangkau bagi tim London ini.

Diego Costa: Pengalaman dan Ketajaman di Depan Gawang

Meskipun sudah berusia 36 tahun, Diego Costa masih memiliki daya tarik bagi banyak klub, termasuk Arsenal. Costa pernah menjadi salah satu penyerang paling menakutkan di Premier League, terutama saat membela Chelsea, di mana ia mencetak 52 gol dalam 89 pertandingan. Keberadaannya bisa memberikan sentuhan agresivitas dan ketajaman di depan gawang yang saat ini dibutuhkan Arsenal. Meskipun performanya di Wolves tidak terlalu cemerlang, pengalaman dan naluri mencetak gol Costa bisa menjadi aset berharga bagi tim asuhan Arteta.

Maxi Gomez: Potensi yang Belum Terkelola

Maxi Gomez, penyerang 28 tahun asal Uruguay, bisa menjadi solusi yang menarik. Dengan pengalaman di Valencia, Celta Vigo, dan Trabzonspor, Gomez telah terlibat dalam lebih dari 130 gol selama kariernya. Meskipun performanya tidak selalu konsisten, ia memiliki potensi besar untuk berkembang lebih lanjut. Arteta mungkin bisa membantu Gomez menemukan ketajamannya yang hilang, terutama dalam situasi darurat seperti ini.

Kesimpulan: Menanti Keputusan Arteta

Arsenal kini menghadapi krisis setelah cedera yang dialami oleh Kai Havertz. Tanpa opsi transfer lagi, Mikel Arteta harus memutar otak dan memanfaatkan pemain yang tersedia, termasuk penyerang dengan status bebas transfer. Lucas Perez, Carlos Vela, Diego Costa, dan Maxi Gomez adalah beberapa kandidat yang bisa dipertimbangkan untuk mengisi kekosongan lini depan. Keputusan Arteta dalam memilih pengganti Havertz akan sangat berpengaruh pada peluang Arsenal meraih gelar di musim ini. Semoga, dengan kecerdikan Arteta, tim bisa tetap tampil maksimal meskipun tengah menghadapi tantangan besar.

Abraham Damar Grahita Jadi Pemain Kedua yang Cetak 2.000 Poin Di IBL

Kapten Satria Muda Pertamina Jakarta, Abraham Damar Grahita, resmi mencatatkan namanya sebagai pemain kedua yang berhasil mencetak 2.000 poin dalam sejarah Indonesian Basketball League (IBL). Prestasi ini diraih setelah ia berhasil mencetak 19 poin dalam pertandingan melawan Prawira Bandung, menambah koleksi poinnya sejak debutnya di liga pada tahun 2015.

Abraham Damar menjadi anggota kedua dalam “2.000 Points Club” di IBL, mengikuti jejak pemain legendaris lainnya yang telah mencapai prestasi serupa. Momen ini menjadi tonggak penting dalam karirnya dan menunjukkan dedikasi serta konsistensinya sebagai salah satu pemain terbaik di liga. Ini menunjukkan bahwa pencapaian individu dapat menjadi inspirasi bagi pemain muda lainnya di Indonesia.

Dalam pertandingan melawan Prawira Bandung, Abraham menunjukkan performa yang mengesankan dengan kontribusi signifikan terhadap timnya. Selain mencetak poin, ia juga terlibat dalam beberapa assist dan rebound penting yang membantu Satria Muda meraih kemenangan. Kinerja gemilang ini semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin tim dan pemain kunci dalam setiap pertandingan. Ini mencerminkan pentingnya peran seorang kapten dalam memotivasi rekan-rekannya di lapangan.

Pelatih Satria Muda, Milos Pejic, memberikan pujian tinggi kepada Abraham atas pencapaian tersebut. Ia menyatakan bahwa kerja keras dan komitmen Abraham selama bertahun-tahun telah membuahkan hasil yang luar biasa. Rekan-rekan setimnya juga merayakan pencapaian ini, menandakan dukungan dan solidaritas tim yang kuat. Ini menunjukkan bahwa keberhasilan individu sering kali merupakan hasil dari kerja sama tim yang solid.

Pencapaian Abraham Damar tidak hanya berdampak pada karir pribadinya tetapi juga memberikan dorongan positif bagi perkembangan basket di Indonesia. Dengan semakin banyaknya pemain yang mencapai prestasi tinggi, diharapkan dapat menarik lebih banyak perhatian terhadap liga dan meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga basket. Ini mencerminkan harapan untuk masa depan yang lebih cerah bagi basket Indonesia.

Dengan pencapaian luar biasa ini, Abraham Damar Grahita kini menjadi salah satu ikon dalam dunia basket Indonesia. Semua pihak kini diajak untuk menyaksikan bagaimana perjalanan karirnya akan berlanjut dan bagaimana ia dapat terus menginspirasi generasi muda untuk mengejar impian mereka di dunia olahraga. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, setiap individu dapat mencapai puncak prestasi dalam bidang yang mereka cintai.

Patrick Kluivert Tiba Di Indonesia, Siap Memimpin Timnas

Patrick Kluivert, pelatih baru Timnas Indonesia, dijadwalkan tiba di Jakarta setelah melakukan perjalanan dari Amsterdam. Kedatangannya disambut dengan antusiasme tinggi oleh para penggemar sepak bola tanah air yang berharap banyak pada kepemimpinannya.

Patrick Kluivert terbang menggunakan maskapai KLM Royal Dutch Airlines dengan nomor penerbangan KL 809. Pesawatnya lepas landas dari Bandara Schiphol, Amsterdam, pada malam 10 Januari dan melakukan transit di Kuala Lumpur sebelum akhirnya mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pada sore hari ini. Ini menunjukkan bahwa perjalanan internasional memerlukan perencanaan yang matang untuk memastikan kedatangan tepat waktu dan lancar.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sebelumnya telah mengumumkan bahwa Kluivert akan diperkenalkan kepada publik dalam konferensi pers yang dijadwalkan pada hari Minggu, 12 Januari 2025. Dukungan dari PSSI sangat penting untuk memberikan legitimasi kepada pelatih baru ini dan menunjukkan komitmen mereka terhadap perkembangan sepak bola Indonesia. Ini mencerminkan harapan besar yang diletakkan pada Kluivert untuk membawa perubahan positif.

Patrick Kluivert dikenal sebagai mantan pemain bintang Belanda dan memiliki pengalaman sebagai pelatih di berbagai klub Eropa. Meskipun rekam jejaknya sebagai pelatih di level internasional masih dipertanyakan, banyak pengamat percaya bahwa pengalaman dan pengetahuannya tentang permainan dapat memberikan dampak positif bagi Timnas Indonesia. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan, latar belakang Kluivert dapat menjadi aset berharga.

Setelah tiba di Indonesia, rencana awal Kluivert adalah bertemu dengan para pemain timnas yang merumput di dalam negeri. Pertemuan ini bertujuan untuk membangun hubungan baik dan memahami lebih dalam mengenai kondisi para pemain. Ini mencerminkan pendekatan proaktif yang diperlukan seorang pelatih untuk mengenal timnya sebelum memulai program latihan.

Kedatangan Kluivert juga menjadi momen penting bagi sepak bola Indonesia menjelang kualifikasi Piala Dunia 2026. Dengan kontrak selama dua tahun dan opsi perpanjangan, harapan besar diletakkan pada pelatih ini untuk membawa timnas ke level yang lebih tinggi dan meningkatkan prestasi di pentas internasional. Ini menunjukkan bahwa keberhasilan jangka panjang dalam sepak bola sangat bergantung pada visi dan strategi pelatih.

Dengan kedatangan Patrick Kluivert di Indonesia, semua pihak kini diajak untuk menyaksikan bagaimana kepemimpinannya akan mempengaruhi perkembangan Timnas Indonesia ke depan. Keberhasilan dalam mencapai tujuan-tujuan ambisius akan sangat bergantung pada kolaborasi antara pelatih, pemain, dan seluruh elemen yang terlibat dalam sepak bola nasional. Harapan besar mengemuka agar era baru ini membawa angin segar bagi prestasi sepak bola tanah air.

Jadwal Lengkap Turnamen Bulu Tangkis BWF 2025: Ayo, Dukung Para Pebulu Tangkis Indonesia!

Para pemain bulu tangkis terbaik dunia akan kembali beraksi di berbagai turnamen bergengsi pada tahun 2025. Dengan total 164 gelaran BWF sepanjang tahun, para atlet akan berlaga demi meraih gelar juara dan kebanggaan. Pemain andalan Indonesia tentunya juga akan berusaha keras untuk memberikan yang terbaik di setiap ajang.

Januari 2025:

Tahun dimulai dengan Malaysia Open 2025 (7-12 Januari), sebuah turnamen dengan level Super 1000. Ini diikuti oleh Estonian International (9-12 Januari), India Open (14-19 Januari, Super 750), Swedish Open (16-19 Januari), dan Indonesia Masters (21-26 Januari, Super 500).

Februari 2025:

Bulan Februari diawali dengan 15th Multi Alarm Hungarian Junior Championships (6-9 Februari). Turnamen ini diikuti oleh Oceania Mixed Team Championships (10-12 Februari), All Africa Mixed Team Championships (10-13 Februari), dan Badminton Asia Mixed Team Championships (11-16 Februari). Puncaknya adalah Singapore International Challenge (18-23 Februari) dan Uganda International Challenge (19-23 Februari).

Maret 2025:

All England Open 2025 (11-16 Maret, Super 1000) menjadi sorotan utama di bulan Maret. Selain itu, turnamen lain seperti German Junior (5-9 Maret), Portugal International Championships (5-9 Maret), dan Swiss Open (18-23 Maret, Super 300) juga akan menjadi ajang pertarungan para pemain bulu tangkis.

April 2025:

Turnamen Badminton Asia Championships dan European Championships (8-13 April) menjadi dua ajang besar di bulan April. Bulan ini juga menyaksikan berlangsungnya Sudirman Cup Finals (27 April-4 Mei), yang merupakan turnamen beregu campuran yang prestisius.

Mei 2025:

Indonesia Open 2025 (3-8 Juni, Super 1000) menjadi salah satu turnamen yang paling dinantikan di bulan Juni. Selain itu, Luxembourg Open (1-4 Mei), Taipei Open (6-11 Mei, Super 300), dan Thailand Open (13-18 Mei, Super 500) juga akan menarik perhatian banyak penggemar bulu tangkis.

Juli 2025:

Pada bulan Juli, Canada Open (1-6 Juli, Super 500) dan Japan Open (15-20 Juli, Super 750) menjadi dua ajang utama. Pan Am Junior Championships (10-18 Juli) juga menjadi turnamen penting bagi para pemain muda.

Agustus 2025:

Bulan Agustus menghadirkan beberapa turnamen besar seperti Sri Lanka Junior International Series (5-10 Agustus) dan BWF World Championships (25-31 Agustus). Turnamen ini menjadi kesempatan emas bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

September 2025:

China Masters (2-7 September, Super 100) dan Hong Kong Open (9-14 September, Super 500) menjadi sorotan di bulan September. Selain itu, BWF World Senior Championships (7-14 September) juga akan diadakan untuk para pemain senior.

Oktober 2025:

Denmark Open (14-19 Oktober, Super 750) dan French Open (21-26 Oktober, Super 750) menjadi dua turnamen besar di bulan Oktober. Turnamen-turnamen ini akan menjadi ajang pertarungan para pemain papan atas dunia.

November 2025:

Korea Masters (4-9 November, Super 300) dan Australian Open (18-23 November, Super 500) menjadi dua ajang utama di bulan November. Selain itu, Syed Modi India International (25-30 November, Super 300) juga akan menjadi ajang yang menarik.

Desember 2025:

Tahun ini ditutup dengan BWF World Tour Finals (10-14 Desember), yang merupakan turnamen puncak untuk para pemain terbaik dunia. Sebelumnya, turnamen seperti Miryang Korea Junior International Challenge (1-7 Desember) dan Canadian International Challenge (2-7 Desember) juga akan berlangsung.

Dengan jadwal yang begitu padat, tahun 2025 akan menjadi tahun yang penuh aksi dan persaingan ketat di dunia bulu tangkis. Para pemain akan berjuang keras untuk meraih prestasi dan mengharumkan nama negara mereka di kancah internasional.

Gonta-Ganti Pelatih, Ganda Putra Malaysia Hanya Bisa Pasrah Hadapi Kepergian Pelatih Tan Bin Shen

Ganda putra Malaysia, Aaron Chia dan Soh Wooi Yik, menyatakan dukungan terhadap keputusan pelatih mereka, Tan Bin Shen, yang memilih untuk meninggalkan pelatnas Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM). Kepergian Tan, yang masa kontraknya berakhir pada 13 Januari 2025, mengejutkan pasangan juara dunia 2022 tersebut, yang tengah berjuang keras di tengah kompetisi ganda putra yang semakin ketat.

Keputusan Tan untuk hengkang dari BAM dan bergabung dengan pelatnas Hong Kong datang setelah Chia dan Soh berjuang keras di ajang BWF World Tour Finals 2024, di mana mereka gagal lolos dari fase grup untuk kelima kalinya. Mendengar kabar tersebut setelah turnamen, Chia mengungkapkan bahwa mereka tidak memiliki banyak komentar terkait keputusan tersebut.

“Saya tidak ingin membicarakan terlalu banyak tentang ini karena pelatih datang dan pergi. Kami menghormati dan menerima keputusan tersebut. Saya rasa pelatih memiliki tujuan yang ingin dicapai. Kami akan menunggu pengumuman pelatih baru dan terus maju,” ujar Aaron Chia dalam wawancaranya dengan New Straits Times.

Kepergian Tan menandai pergantian pelatih keempat yang dialami Chia/Soh dalam empat tahun terakhir. Sebelumnya, mereka telah dilatih oleh Tan Bin Shen, Flandy Limpele, dan Paulus Firman. Mengenai pelatih baru, BAM diketahui sedang mendiskusikan calon yang cocok untuk menggantikan Tan. Namun, Chia memilih untuk tidak berkomentar banyak mengenai hal tersebut.

“Bukan urusan saya untuk membahas siapa pelatih baru. Biarkan BAM yang mengumumkan saat yang tepat karena pelatih baru nanti tidak hanya akan bekerja dengan kami, tetapi juga dengan pasangan ganda lainnya,” kata Chia.

Berdasarkan kabar yang beredar, ada tiga nama pelatih yang menjadi incaran BAM, dua di antaranya berasal dari Indonesia. Flandy Limpele, yang tidak memperpanjang kontraknya dengan Hong Kong, disebut-sebut sebagai salah satu kandidat utama. Selain itu, sosok legendaris Herry Iman Pierngadi (Herry IP), yang juga tidak diperpanjang masa baktinya di Pelatnas PBSI, juga diincar. Nama ketiga yang muncul adalah Mathias Boe, mantan pemain ganda putra nomor satu asal Denmark, yang dikabarkan memiliki hubungan dekat dengan Kenneth Jonassen, pelatih tunggal Malaysia yang baru.

Namun, masa depan Boe masih belum pasti, mengingat dirinya baru saja mundur dari pelatnas India, dengan alasan berencana pensiun dari dunia pelatihan.

Pergantian pelatih yang sering terjadi dalam waktu singkat tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Chia/Soh dalam menjaga konsistensi dan performa mereka. Mereka berharap pelatih baru yang datang dapat membantu meningkatkan kualitas permainan mereka, serta membimbing pasangan ganda muda yang ada di pelatnas Malaysia.

22 Tahun Perjalanan IBL, Berkembang Pesat Jadi Liga Basket Tertinggi Indonesia

Pada 23 Desember 2024, Indonesia Basketball League (IBL) merayakan 22 tahun eksistensinya di dunia olahraga tanah air. Sejak pertama kali digelar pada tahun 2002, IBL telah berkembang pesat, menjadi ajang paling bergengsi untuk olahraga basket di Indonesia. IBL tidak hanya memperkenalkan kompetisi tingkat nasional, tetapi juga menjadi platform untuk menggali talenta-talenta basket muda Indonesia yang kini banyak berkiprah di liga-liga internasional.

Seiring berjalannya waktu, IBL telah menghadapi banyak tantangan, baik dari sisi infrastruktur, manajemen, maupun dukungan sponsor. Namun, seiring berjalannya waktu, liga ini berhasil melalui berbagai perubahan signifikan, mulai dari peningkatan kualitas pertandingan, standar profesionalisme, hingga pengelolaan yang lebih terstruktur. Salah satu tonggak penting adalah kolaborasi dengan sponsor dan media yang turut membantu memperkenalkan IBL ke khalayak yang lebih luas.

Pada tahun-tahun terakhir ini, IBL semakin menunjukkan kemajuan dari sisi fasilitas dan kualitas pemain. Banyak tim IBL kini dilengkapi dengan fasilitas latihan yang modern dan memadai. Selain itu, kualitas permainan juga meningkat dengan banyaknya pemain muda berbakat yang telah tampil menonjol di liga ini. Beberapa pemain muda IBL bahkan berhasil menembus tim nasional basket Indonesia dan bermain di kompetisi internasional, menjadikan IBL sebagai salah satu liga yang mendapat perhatian lebih dari penggemar basket Indonesia.

Menatap masa depan, IBL berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme liga. Langkah ini termasuk mengembangkan program pembinaan untuk pemain muda, memperbaiki sarana dan prasarana pertandingan, serta memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak. Dengan fondasi yang semakin kuat, IBL berharap dapat terus tumbuh dan memperkuat posisi sebagai liga basket tertinggi di Indonesia, serta menjadi bagian penting dari perkembangan olahraga basket di Asia Tenggara.