Dua pemain keturunan Indonesia yang berlaga di UEFA Conference League, Kevin Diks dan Mees Hilgers, mengalami nasib yang berbanding terbalik. Kevin Diks sukses membawa FC Copenhagen melaju ke babak 16 besar, sementara Mees Hilgers harus merasakan pahitnya kegagalan bersama FC Twente.
Kedua pemain tersebut bertanding pada hari yang sama, Jumat (21/02) dini hari WIB, namun hasilnya berbeda. FC Copenhagen tampil gemilang saat menghadapi FC Heidenheim di leg kedua babak play-off 16 besar. Mereka berhasil membalikkan keadaan dengan kemenangan 3-1 setelah sebelumnya kalah 1-2 di leg pertama. Kevin Diks yang absen di laga pertama akibat akumulasi kartu kuning, tampil memukau di leg kedua dengan mencetak satu gol dan satu assist, memastikan langkah Copenhagen ke babak berikutnya.
Sebaliknya, Mees Hilgers mengalami malam yang buruk saat membela FC Twente melawan Bodo/Glimt. Bertanding di kandang lawan, Hilgers membuat kesalahan fatal pada menit ke-90+2 dengan mencetak gol bunuh diri yang memastikan kekalahan timnya 2-5. Selain itu, Hilgers juga mendapat kartu kuning pada menit ke-7 akibat kesalahan dalam menjaga lini pertahanan. Meskipun tampil selama 111 menit dan mencatatkan dua sapuan serta dua intersep, penampilannya tak mampu menyelamatkan Twente dari kekalahan agregat 4-6, sehingga mereka harus angkat koper dari kompetisi Eropa.
Perbedaan nasib dua pemain ini menjadi sorotan, terutama bagi para penggemar sepak bola Indonesia yang terus mengikuti kiprah para pemain diaspora di kancah internasional. Kevin Diks kini berpeluang melangkah lebih jauh bersama FC Copenhagen di UEFA Conference League, sementara Mees Hilgers harus bangkit dari kekecewaan dan fokus pada kompetisi domestik bersama FC Twente.