Tag Archives: WBC

https://hementeslimat.com

Skandal di Dunia Tinju: Floyd Schofield Diduga Diracun, Duel Lawan Shakur Stevenson Dibatalkan

Kontroversi besar mengguncang dunia tinju setelah duel antara Shakur Stevenson dan Floyd Schofield secara mendadak dibatalkan. Laga yang seharusnya menjadi salah satu partai pendukung dalam pertarungan Artur Beterbiev vs Dmitry Bivol 2 di Arab Saudi terpaksa dibatalkan setelah muncul dugaan bahwa Schofield telah diracun.

Petinju muda berusia 22 tahun itu awalnya terlihat hadir di Arab Saudi pada Senin dan mengikuti berbagai agenda media. Namun, secara misterius, ia menghilang pada hari berikutnya dan tidak muncul dalam acara penyambutan resmi. Pertarungan tersebut sejatinya merupakan perebutan gelar Kejuaraan Dunia Kelas Ringan WBC yang dinantikan banyak penggemar.

Rumor mengenai dugaan peracunan mulai menyebar luas di media sosial setelah bocoran pesan dari ayah Schofield, Floyd Schofield Sr, beredar secara online. Dalam pesan tersebut, seseorang memperingatkan bahwa putranya telah diracuni oleh pihak yang tidak disebutkan namanya. Tangkapan layar dari pesan tersebut pun menjadi viral, semakin memperkuat spekulasi mengenai kejadian tersebut.

Pihak penyelenggara sempat berusaha mencari lawan pengganti bagi Stevenson di menit-menit terakhir. Namun, duel tersebut tetap dibatalkan, meskipun acara utama antara Artur Beterbiev vs Dmitry Bivol tetap berlangsung. Selain itu, pertarungan lain antara Daniel Dubois dan Joseph Parker untuk memperebutkan gelar Juara Dunia Kelas Berat IBF juga tetap berjalan sesuai rencana.

Schofield sebelumnya sempat berbicara kepada media mengenai persiapannya dan tampak sangat antusias menghadapi laga tersebut. Dalam wawancaranya dengan TalkSPORT, ia menyatakan bahwa ini adalah peluang besar baginya dan ia bertekad untuk memberikan yang terbaik di atas ring.

Sementara itu, Eddie Hearn, salah satu promotor tinju terkemuka, sempat optimis bahwa duel ini tetap bisa berlangsung. Ia mengatakan bahwa Schofield sedang bersiap menjalani timbang badan, sehingga ketidakhadirannya bukanlah indikasi bahwa pertarungan akan batal. Namun, situasi yang semakin tidak jelas akhirnya membuat pertarungan ini resmi dibatalkan.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara atau promotor terkait dugaan peracunan ini. Namun, insiden ini telah menambah daftar panjang kontroversi yang terjadi di dunia tinju profesional.

Naoya Inoue: “Monster” Tanpa Kekalahan yang Mengukir Sejarah di Dunia Tinju

Naoya Inoue, petinju asal Jepang yang dijuluki “Monster,” terus memperlihatkan dominasinya di dunia tinju dengan rekor yang sangat mengesankan. Inoue telah mencatatkan 29 kemenangan sempurna tanpa mengalami kekalahan atau hasil imbang sepanjang karier profesionalnya. Dari total kemenangan tersebut, 26 di antaranya diraih dengan KO, membuktikan betapa kuatnya pukulan yang dimilikinya.

Lahir di Zama, Prefektur Kanagawa, Jepang pada 10 April 1993, Inoue terinspirasi untuk mengejar karier tinju oleh ayahnya, Shingo Inoue, seorang mantan petinju amatir. Meskipun ayahnya memberi peringatan mengenai kerasnya dunia tinju, Inoue tetap teguh pada keputusan untuk mengikuti jejaknya. “Jangan khawatir, Ayah. Aku akan menjadi lebih kuat,” ujar Inoue.

Sejak kecil, Inoue berlatih di sasana tinju milik keluarganya bersama adiknya, Takuma. Prestasi amatirnya sangat mencolok, termasuk kemenangan di Kejuaraan Nasional Junior Jepang pada usia 16 tahun. Setelah gagal di final Kualifikasi Olimpiade Tinju Asia 2012, Inoue memanfaatkan pengalaman tersebut sebagai batu loncatan untuk terjun ke dunia profesional.

Debut profesionalnya dilakukan pada usia 19 tahun dengan kemenangan KO di ronde keempat melawan juara Filipina, Crison Omayao. Julukan “Monster” diberikan oleh pemilik Ohashi Gym, Hideyuki Ohashi, yang menilai potensi luar biasa pada dirinya. Inoue kemudian meraih gelar juara dunia WBC kelas light flyweight setelah mengalahkan Adrian Hernandez pada 2014. Ia melanjutkan dominasinya dengan meraih gelar WBO junior bantam setelah mengalahkan Omar Narvaez dengan KO di ronde kedua.

Karier Inoue semakin menanjak, dengan memenangkan gelar WBA Regular kelas bantam pada 2018 melalui KO atas Jamie McDonnell. Pada 2019, ia menambah koleksi gelarnya dengan meraih gelar IBF dan The Ring setelah menumbangkan Emmanuel Rodriguez. Pada bulan November 2019, Inoue mencetak kemenangan penting melawan Nonito Donaire, menambah sabuk WBA Super ke dalam koleksinya.

Tidak berhenti di situ, pada 2023, Inoue melangkah lebih jauh dengan naik ke kelas bantam super dan meraih gelar WBC dan WBO di kelas tersebut, menjadikannya juara dunia di empat kelas berbeda. Pada Desember 2023, ia mencatatkan sejarah sebagai petinju kedua dalam sejarah yang berhasil menyatukan empat gelar utama di dua divisi setelah mengalahkan Marlon Tapales dengan KO di ronde ke-10.

Pertarungan Epik: Beterbiev VS Bivol, Duel Sensasional Arena Tinju

Dunia tinju internasional sedang bersiap menyambut pertarungan yang sangat dinantikan antara dua petinju kelas berat, Artur Beterbiev dan Dmitry Bivol.

Duel ini diharapkan akan menjadi salah satu pertarungan tinju paling spektakuler dalam beberapa tahun terakhir, dengan keduanya dikenal sebagai petinju berbakat dan dominan di divisi mereka.

Pertarungan ini akan mempertemukan dua keahlian dan strategi bertinju yang sangat berbeda, menambah ketegangan dan antusiasme para penggemar tinju di seluruh dunia.

Artur Beterbiev, petinju asal Rusia, adalah pemegang gelar juara dunia IBF dan WBC di kelas ringan. Dengan rekornya yang tak terkalahkan dan kemenangan KO yang mencolok, Beterbiev dikenal sebagai petinju yang sangat kuat dan agresif.

Dia memegang rekor 19-0 dengan 19 kemenangan KO, menjadikannya salah satu petinju paling ditakuti di divisinya. Keberhasilan Beterbiev tidak hanya terletak pada kekuatan pukulannya, tetapi juga pada teknik dan ketahanan fisiknya yang luar biasa.

Di sisi lain, Dmitry Bivol adalah juara dunia WBA di kelas ringan. Bivol dikenal karena kecepatan dan tekniknya yang sangat baik, serta kemampuannya untuk beradaptasi dengan berbagai gaya bertinju.

Dengan rekor profesional 21-0, Bivol telah membuktikan dirinya sebagai salah satu petinju teratas di dunia. Kemenangannya melawan beberapa petinju top dunia menunjukkan bahwa dia memiliki semua alat yang diperlukan untuk menghadapi Beterbiev dalam pertarungan yang menegangkan ini.

Menjelang pertarungan, kedua petinju telah menunjukkan keseriusan dalam persiapan mereka. Beterbiev dan timnya telah fokus pada memperbaiki teknik dan strategi untuk memaksimalkan kekuatan pukulannya, sementara Bivol mempersiapkan diri dengan latihan yang mengasah kecepatan dan ketepatannya.

Pertarungan ini diharapkan akan menampilkan pertempuran strategis antara kekuatan dan kecepatan, dengan kedua petinju berusaha untuk menambah prestasi mereka di ring.

Penggemar tinju di seluruh dunia sangat antusias menantikan pertarungan ini, yang diyakini akan menjadi salah satu duel terbesar tahun ini.

Dengan kedua petinju memiliki keterampilan dan rekam jejak yang mengesankan, banyak yang percaya bahwa pertarungan ini akan menjadi tontonan yang luar biasa.

Harapan tinggi disematkan pada pertarungan ini untuk memberikan momen-momen epik dan menunjukkan kehebatan tinju pada level tertinggi.