Tag Archives: Liam Lawson

https://hementeslimat.com

Yuki Tsunoda Disebut Masuk Radar Red Bull, Siap Gantikan Liam Lawson?

Pembalap Racing Bulls, Yuki Tsunoda, dikabarkan berpeluang menggantikan posisi Liam Lawson di tim Red Bull. Menurut laporan Motorsport, Tsunoda sedang dipertimbangkan untuk bergabung dengan tim utama pada GP Jepang mendatang.

“Yuki Tsunoda masuk dalam radar pemanggilan untuk memperkuat Red Bull pada GP Jepang pekan depan,” tulis Motorsport dalam laporannya. Sementara itu, Lawson tengah berada dalam tekanan besar setelah gagal menunjukkan performa terbaiknya dalam dua balapan terakhir.

Sebagai rookie yang berduet dengan Max Verstappen, Lawson mengalami debut yang mengecewakan setelah kecelakaan di GP Australia. Hasil buruknya berlanjut di GP China, di mana ia hanya mampu finis di posisi ke-15. Selain itu, Lawson dilaporkan masih kesulitan menyesuaikan diri dengan mobil RB21, yang semakin memperumit situasinya di tim.

Di sisi lain, Yuki Tsunoda tampil cukup menjanjikan bersama Racing Bulls. Pembalap asal Jepang tersebut berhasil finis di posisi ke-12 pada GP Australia dan mengamankan posisi ke-16 di GP China. Dengan performa yang lebih stabil dibandingkan Lawson, Red Bull tampaknya mempertimbangkan opsi untuk menggantikannya dengan Tsunoda.

Red Bull sendiri saat ini tengah dalam dilema besar setelah mendepak Carlos Sainz dan mempercayakan kursi tersebut kepada Liam Lawson. Namun, dengan performa yang kurang memuaskan, mereka kini harus mencari solusi terbaik untuk mendampingi Max Verstappen.

Dalam klasemen sementara konstruktor, Red Bull kini berada di posisi ketiga dengan koleksi 36 poin. Sementara itu, McLaren memimpin perolehan poin dengan total 78 angka, memperlihatkan persaingan yang semakin ketat di musim ini.

Lando Norris Rebut Pole Position di GP Australia, McLaren Dominasi Kualifikasi

Lando Norris sukses mengamankan pole position dalam sesi kualifikasi Grand Prix Australia di Sirkuit Albert Park, Melbourne. Pembalap McLaren itu mencatatkan waktu tercepat 1 menit 15,096 detik, sekaligus mempertajam catatan waktunya selama sesi latihan bebas. Keunggulan McLaren semakin terlihat dengan Oscar Piastri yang mengamankan posisi kedua setelah mencatatkan waktu 1 menit 15,180 detik. Sementara itu, Max Verstappen dari Red Bull harus puas memulai balapan dari posisi ketiga dengan catatan waktu 1 menit 15,481 detik.

Sejak sesi Q3 dimulai, Verstappen sempat menunjukkan performa dominan dengan menjadi yang tercepat lebih dulu. Namun, Piastri yang tampil impresif sebagai pembalap tuan rumah mampu melampaui catatan waktu sang juara dunia bertahan. Sayangnya, posisi Piastri tidak bertahan lama setelah rekan setimnya, Lando Norris, berhasil mencatatkan waktu lebih cepat dan mempertahankan keunggulannya hingga sesi berakhir.

Sementara itu, kejutan terjadi di Q1 ketika rookie tim Mercedes, Kimi Antonelli, harus tersingkir lebih awal setelah hanya mampu menempati posisi ke-16. Nasib serupa juga dialami oleh Liam Lawson, pembalap rookie Red Bull, yang hanya finis di urutan ke-18 dalam debutnya. Selain itu, pembalap berpengalaman seperti Nico Hulkenberg dari Kick Sauber dan Esteban Ocon dari Haas juga harus mengakhiri perjuangan mereka di sesi kualifikasi lebih cepat dari yang diharapkan. Dengan hasil ini, McLaren menunjukkan dominasinya di sirkuit Albert Park, sementara Red Bull harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan dalam balapan utama.

Masa Depan Cerah Red Bull F1: Liam Lawson Dan Isack Hadjar Siap Mengguncang 2025

Pada tanggal 30 Desember 2024, Red Bull Racing mengumumkan bahwa Liam Lawson dan Isack Hadjar akan menjadi bagian dari tim Formula 1 mereka untuk musim 2025. Lawson, yang sebelumnya menjadi pembalap junior, kini dipromosikan untuk menjadi rekan satu tim Max Verstappen di tim utama Red Bull, sementara Hadjar akan bergabung dengan tim junior Racing Bulls, menggantikan Lawson.

Liam Lawson, pembalap asal Selandia Baru berusia 22 tahun, telah menunjukkan performa impresif di ajang Formula 2 dan berhasil menarik perhatian manajemen Red Bull. Promosinya ke tim utama sebagai pengganti Sergio Perez menandai langkah besar dalam kariernya. Lawson mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan ini dan bertekad untuk membuktikan kemampuannya di level tertinggi balapan.

Sementara itu, Isack Hadjar, yang baru berusia 20 tahun, juga meraih kesuksesan luar biasa dengan menyelesaikan musim Formula 2 sebagai runner-up. Dengan empat kemenangan dan delapan podium sepanjang musim, Hadjar membuktikan bahwa ia layak mendapatkan tempat di Formula 1. Keberhasilannya dalam program junior Red Bull menunjukkan bahwa ia adalah salah satu talenta muda yang patut diperhitungkan di dunia balap.

Hadjar akan bergabung dengan Yuki Tsunoda di Racing Bulls, menciptakan kombinasi menarik antara pengalaman dan potensi. Tsunoda, yang telah berada di tim selama beberapa musim, diharapkan dapat memberikan bimbingan kepada Hadjar saat ia beradaptasi dengan tantangan baru di F1. Tim Principal Racing Bulls, Laurent Mekies, menyatakan antusiasmenya terhadap kedatangan Hadjar dan percaya bahwa ia akan membawa dinamika baru ke dalam tim.

Kedua pembalap kini tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan musim baru. Lawson dan Hadjar akan menjalani serangkaian tes dan latihan untuk memastikan mereka siap menghadapi kompetisi yang ketat di Formula 1. Keduanya berkomitmen untuk bekerja keras dan berkontribusi pada kesuksesan tim Red Bull.

Dengan promosi Liam Lawson dan kedatangan Isack Hadjar, Red Bull F1 menunjukkan komitmennya untuk mengembangkan talenta muda dan mempertahankan posisi mereka sebagai salah satu tim teratas di Formula 1. Semua mata kini tertuju pada bagaimana kedua pembalap ini akan tampil dalam musim 2025 dan apakah mereka dapat membawa Red Bull meraih kesuksesan lebih lanjut di pentas balap dunia.

Christian Horner Penuhi Janji Ke Liam Lawson Untuk Kursi F1 2024

Jakarta – Christian Horner, manajer tim Red Bull Racing, mengumumkan bahwa Liam Lawson akan mendapatkan kesempatan untuk mengisi salah satu kursi di Formula 1 untuk musim 2024. Keputusan ini merupakan pemenuhan janji Horner kepada Lawson setelah penampilannya yang impresif di beberapa balapan sebelumnya.

Liam Lawson, yang merupakan pembalap muda asal Selandia Baru, berhasil menunjukkan performa luar biasa selama musim ini. Ia menggantikan pembalap utama dalam beberapa balapan dan berhasil meraih hasil positif, termasuk beberapa poin penting. “Kami melihat potensi besar dalam diri Liam, dan saatnya untuk memberinya kesempatan lebih besar di F1,” ungkap Horner.

Keputusan untuk memberikan kursi kepada Lawson juga sejalan dengan strategi Red Bull untuk mengembangkan talenta muda. Tim ini dikenal selalu mencari pembalap yang memiliki potensi untuk berkembang dan bersaing di level tertinggi. “Kami ingin membangun tim yang kuat dengan kombinasi pengalaman dan potensi muda,” tambah Horner.

Lawson menyambut gembira keputusan ini dan menyatakan rasa terima kasihnya kepada tim Red Bull. “Ini adalah impian yang menjadi kenyataan. Saya berjanji akan memberikan yang terbaik dan membawa tim meraih kesuksesan,” kata Lawson dengan semangat.

Kepastian Lawson di kursi F1 juga memberikan dampak bagi tim-tim lain dalam mencari pembalap baru. Beberapa tim kini mulai memperhatikan perkembangan Lawson dan kemungkinan untuk merekrut pembalap muda berbakat lainnya. “Persaingan di F1 semakin ketat, dan setiap tim harus selalu siap untuk beradaptasi,” ujar analis olahraga.

Dengan keputusan Christian Horner untuk memberikan kursi kepada Liam Lawson, F1 2024 semakin menarik untuk ditunggu. Perpaduan antara pembalap muda dan tim berpengalaman dapat membawa warna baru dalam kompetisi, dan banyak penggemar yang berharap Lawson bisa memberikan kejutan di musim mendatang.