Tag Archives: Ganda Campuran

https://hementeslimat.com

Duet Baru PBSI, Harapan Segar dari Lisa-Verrell dan Apriyani-Febi

PBSI menghadirkan kombinasi baru di sektor ganda campuran dan ganda putri untuk memberikan penyegaran serta memperkuat regenerasi pemain. Di sektor ganda campuran, pasangan Lisa Ayu Kusumawati dan Verrell Yustin Mulia mendapat kepercayaan besar dari tim pelatih. Kepala pelatih ganda campuran Rionny Mainaky menyebutkan bahwa duet ini terbentuk melalui pengamatan mendalam selama sesi latihan. Ia menilai keduanya memiliki keselarasan dalam gaya bermain dan etos kerja yang tinggi.

Lisa, pemain berusia 25 tahun yang telah memiliki banyak pengalaman, sebelumnya pernah bermain bersama Rehan Naufal Kusharjanto dan Rinov Rivaldy. Sementara Verrell, yang masih berusia 20 tahun, sebelumnya sempat berpasangan dengan Pitha Haningtyas Mentari. Rionny berharap pengalaman Lisa bisa membimbing Verrell untuk cepat berkembang di level internasional. Pasangan baru ini dijadwalkan melakoni debut resmi di Taiwan Open 2025 dan akan melanjutkan ke Thailand Open 2025.

Di sektor ganda putri, pelatih Nitya Krishinda Maheswari mengumumkan formasi baru dengan memasangkan Apriyani Rahayu dan Febi Setianingrum. Keputusan ini diambil setelah evaluasi dari dua turnamen Eropa, di mana Apriyani dan Siti Fadia sempat gagal menembus babak-babak akhir. Kini, PBSI berharap kolaborasi baru ini bisa membangkitkan kembali kepercayaan diri Apriyani pasca cedera, sekaligus mengoptimalkan potensi Febi sebagai pemain muda berbakat. Kombinasi ini diharapkan bisa mengikuti jejak sukses Apriyani saat bersama Fadia.

Rehan/Gloria Kian Percaya Diri Usai Juara Polish Open 2025

Pasangan ganda campuran bulu tangkis Indonesia non-pelatnas, Rehan Naufal Kusharjanto dan Gloria Emanuelle Widjaja, semakin optimistis menghadapi turnamen mendatang setelah sukses meraih gelar juara di International Challenge Polish Open 2025. Dalam laga final yang berlangsung di Lodz, Polandia, Minggu malam WIB, mereka menaklukkan pasangan Denmark, Kristoffer Kolding/Mette Werge, dengan skor 21-16, 14-21, 21-10. Rehan mengakui kemenangan ini meningkatkan kepercayaan diri mereka serta menjadi bekal berharga dalam mengumpulkan poin demi peringkat dunia.

Meski Polish Open hanya merupakan turnamen Grade 3 level 1 dalam Sirkuit Kontinental BWF, Rehan/Gloria mendapatkan banyak pengalaman berharga. Ini menjadi gelar pertama mereka sejak dipasangkan pada awal tahun 2025. Selama turnamen, mereka menghadapi tantangan berat, termasuk harus bertanding dua kali dalam sehari. Rehan mengungkapkan bahwa menjaga kondisi fisik sangat sulit, terutama karena ini adalah turnamen keempat secara beruntun yang mereka jalani. Suplemen, pola makan seimbang, dan istirahat cukup menjadi kunci menjaga stamina di tengah jadwal padat.

Polish Open 2025 juga menjadi ajang terakhir mereka dalam tur Eropa. Sebelumnya, mereka mencatat pencapaian impresif dengan menjadi runner-up di Super 300 German Open dan Orleans Masters, serta mencapai perempat final di Super 1000 All England 2025. Keputusan mereka berlaga di turnamen ini didasari faktor peringkat, karena belum memenuhi syarat untuk tampil di Super 300 Swiss Open 2025 yang berlangsung bersamaan. Dengan kemenangan ini, Rehan/Gloria semakin percaya diri menghadapi turnamen berikutnya dan bertekad menorehkan prestasi lebih tinggi di panggung bulu tangkis dunia.

Rehan/Gloria Juara Polish Open 2025, Tambah Percaya Diri Hadapi Turnamen Selanjutnya

Ganda campuran bulu tangkis Indonesia non-pelatnas, Rehan Naufal Kusharjanto dan Gloria Emanuelle Widjaja, semakin percaya diri menatap turnamen mendatang setelah sukses meraih gelar juara di International Challenge Polish Open 2025. Kemenangan ini menjadi pencapaian penting bagi mereka, terutama dalam mengumpulkan poin dan menambah pengalaman bertanding di kancah internasional. Dalam laga final yang berlangsung di Lodz, Polandia, mereka harus berjuang keras sebelum akhirnya mengalahkan pasangan Denmark, Kristoffer Kolding dan Mette Werge, dengan skor 21-16, 14-21, 21-10.

Rehan mengakui bahwa pertandingan final tidak berjalan mudah, mengingat lawan mereka tampil tanpa beban. Namun, ia dan Gloria tetap fokus untuk menunjukkan kualitas permainan terbaik mereka. Gelar ini pun menjadi yang pertama bagi Rehan/Gloria sejak resmi dipasangkan sebagai ganda campuran pada awal tahun 2025. Meskipun Polish Open merupakan turnamen Grade 3 level 1 dalam Sirkuit Kontinental BWF, mereka tetap mendapatkan banyak pelajaran berharga dari kompetisi ini. Salah satu tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah harus bermain dua kali dalam sehari, yang menguras fisik dan stamina.

Dengan jadwal yang padat, menjaga kondisi tubuh menjadi hal yang krusial. Rehan menuturkan bahwa konsumsi suplemen, istirahat yang cukup, serta pola makan yang seimbang sangat berperan dalam menjaga kebugaran mereka sepanjang turnamen. Polish Open 2025 juga menjadi turnamen terakhir mereka dalam tur Eropa setelah sebelumnya mencatat hasil gemilang dengan menjadi runner-up di German Open Super 300 dan Orleans Masters, serta mencapai perempat final di All England Super 1000. Mereka memutuskan untuk tampil di Polish Open karena belum memenuhi syarat untuk berlaga di Swiss Open Super 300 yang berlangsung bersamaan.

Dengan kemenangan ini, Rehan/Gloria semakin optimistis menghadapi turnamen berikutnya dan bertekad meraih prestasi lebih tinggi di panggung bulu tangkis dunia. Kemenangan ini tidak hanya menjadi tambahan poin penting bagi mereka, tetapi juga meningkatkan motivasi untuk terus bersaing di level yang lebih tinggi.

Langkah Terhenti, Dejan/Fadia Tersingkir di Swiss Open 2025

Ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti, harus mengakhiri perjuangan lebih cepat di ajang BWF World Tour Super 300 Swiss Open 2025 setelah takluk dari wakil Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran. Mereka kalah dua gim langsung dengan skor 9-21, 7-21 dalam pertandingan yang berlangsung selama 28 menit di St. Jakobshalle, Basel, pada Kamis dini hari WIB.

Hasil ini memperpanjang catatan buruk Dejan/Fadia atas pasangan Thailand tersebut, setelah sebelumnya juga mengalami kekalahan dalam ajang Thailand Masters 2025 dengan skor 21-19, 17-21, 13-21. Puavaranukroh/Paewsampran langsung tampil agresif sejak awal pertandingan, mencetak tiga poin beruntun sebelum Dejan/Fadia mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3. Namun, dominasi pasangan Thailand berlanjut dengan tekanan bertubi-tubi yang mengarah ke Fadia, membuat mereka unggul jauh hingga menutup interval gim pertama dengan skor 11-3. Meskipun Dejan/Fadia mencoba bangkit, mereka tetap tidak mampu mengimbangi permainan lawan dan akhirnya menyerah di gim pertama dengan skor 9-21.

Pada gim kedua, Puavaranukroh/Paewsampran kembali mendominasi dengan unggul 4-0 di awal laga. Dejan/Fadia mencoba mengejar, tetapi kesalahan sendiri justru memperlebar keunggulan lawan. Interval gim kedua kembali ditutup dengan keunggulan 11-2 untuk pasangan Thailand. Usaha Dejan/Fadia untuk keluar dari tekanan tidak membuahkan hasil, dan mereka akhirnya kalah dengan skor 7-21.

Sementara itu, wakil Indonesia lainnya berhasil melangkah ke babak berikutnya. Putri Kusuma Wardani mengalahkan tunggal putri Taiwan, Chiu Pin-Chian, dengan skor 21-17, 21-18. Di sektor ganda putra, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana melaju setelah lawan mereka dari Jerman, David Eckerlin/Simon Krax, mundur pada kedudukan 16-11. Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani juga memastikan tiket ke babak berikutnya setelah menaklukkan pasangan Irlandia, Declan Bennett/Richard Kong, dengan skor 21-6, 21-11.

Jonatan Christie Siap Pertahankan Gelar di All England 2025

Jonatan Christie tidak ingin terlena dengan statusnya sebagai juara bertahan dalam turnamen All England 2025 yang akan berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Inggris, pada 11-16 Maret mendatang. Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia ini menegaskan bahwa dirinya fokus menjalani setiap pertandingan tanpa terbebani pencapaian sebelumnya. Menurutnya, setiap tahun menghadirkan tantangan yang berbeda, sehingga ia akan berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap laga yang dijalani. Jojo, sapaan akrabnya, telah memulai sesi latihan di Birmingham pada Minggu waktu setempat dan memanfaatkan waktu persiapan yang tersisa untuk meningkatkan kondisi fisik serta beradaptasi dengan cuaca di sana.

Dalam undian yang telah ditetapkan, Jonatan sebagai unggulan ketiga akan memulai perjalanan di All England 2025 dengan menghadapi wakil Malaysia, Leong Jun Hao. Persaingan di sektor tunggal putra dinilai masih seketat tahun lalu, meski beberapa pemain mengalami perubahan kondisi. Pada edisi sebelumnya, Jonatan berhasil merebut gelar juara setelah mengalahkan rekannya sesama pemain Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, dengan skor 21-15, 21-14. Namun, Ginting dipastikan absen di turnamen kali ini karena sedang menjalani pemulihan cedera.

Selain Jonatan, Indonesia juga menurunkan Chico Aura Dwi Wardoyo di sektor tunggal putra, sementara Gregoria Mariska Tunjung dan Putri Kusuma Wardhani akan berjuang di sektor tunggal putri. Pada sektor ganda putra, Indonesia mengandalkan empat pasangan, yaitu Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Bagas Maulana/Leo Rolly Carnando, Daniel Marthin/Muhammad Shohibul Fikri, serta Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani. Untuk ganda putri, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi akan menjadi andalan, sementara di sektor ganda campuran, pasangan non-pelatnas Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja siap memberikan perlawanan terbaik.

Rehan/Gloria Melaju ke Final Orleans Masters 2025, Harapan Terakhir Indonesia

Ganda campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto dan Gloria Emanuelle Widjaja, berhasil mengamankan tiket ke final BWF World Tour Super 300 Orleans Masters 2025 setelah menundukkan pasangan Korea Selatan, Lee Jong Min dan Chae Yu Jung, dalam laga semifinal yang berlangsung di Palais des Sports, Orleans, Prancis. Lewat pertarungan sengit tiga gim, Rehan/Gloria menang dengan skor 21-16, 18-21, 21-13.

Setelah mengamankan gim pertama, pasangan Indonesia sempat kesulitan menghadapi kebangkitan lawan pada gim kedua. Namun, pada gim penentu, mereka tampil dominan dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan meyakinkan. Kemenangan ini membawa mereka ke final, di mana mereka akan menghadapi pasangan Denmark, Jesper Toft dan Amalie Magelund, yang sebelumnya menyingkirkan ganda campuran Thailand, Ruttanapak Oupthong dan Jhenicha Sudjaipraparat, dengan skor 21-12, 21-16.

Ini menjadi final kedua bagi Rehan/Gloria musim ini setelah sebelumnya mereka juga mencapai partai puncak German Open 2025. Sayangnya, mereka harus puas sebagai runner-up setelah kalah dari duet Belanda/Denmark, Robin Tabeling dan Alexandra Boje. Kesuksesan ini juga menjadi pencapaian istimewa bagi Gloria, yang pertama kali naik podium di turnamen besar.

Rehan/Gloria menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di final setelah ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan ganda campuran Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil harus terhenti di perempat final. Dengan semangat juang tinggi, Rehan dan Gloria siap memberikan yang terbaik demi membawa pulang gelar juara bagi Indonesia.

Kisah Zheng Siwei/Huang Yaqiong, Ganda Campuran Dunia Nomor 1 yang Makin Ganas Usai CLBK

Kisah pasangan ganda campuran top dunia, Zheng Siwei dan Huang Yaqiong, sangat menarik untuk diulas. Pasangan bulutangkis asal China ini menjadi semakin tangguh setelah mereka kembali dipasangkan pada 2022.

Saat ini, China memang mendominasi hampir semua sektor bulutangkis dunia, dan sektor ganda campuran menjadi salah satu yang paling tak tergoyahkan. Posisi puncak sektor ini dipegang oleh pasangan Zheng Siwei/Huang Yaqiong yang kokoh bertahan di peringkat 1 BWF.

Zheng Siwei dan Huang Yaqiong awalnya di gabungkan waktu november 2017. Dengan cepat, mereka melejit ke peringkat teratas BWF, hanya butuh waktu kurang dari satu tahun untuk mencapai posisi nomor 1 dunia. Pada minggu ke-32 tahun 2018, mereka resmi menduduki puncak peringkat dunia setelah meraih berbagai gelar penting, termasuk emas di Asian Games 2018.

Namun, perjalanan mereka tidak selalu mulus. Pada 2022, pasangan ini sempat dipisahkan untuk dua turnamen, yaitu German Open 2022 dan Korea Masters 2022. Saat itu, Zheng Siwei dipasangkan dengan pemain muda Zhang Shu Xian, sedangkan Huang Yaqiong bertandem dengan Ou Xuan Yi. Meskipun hasil yang diperoleh tidak buruk, kinerja mereka kurang optimal dibandingkan ketika bersama.

Pada April 2022, Zheng Siwei dan Huang Yaqiong akhirnya dipasangkan kembali. Pengalaman bermain dengan tandem baru ternyata memberi mereka perspektif berbeda, yang membuat keduanya semakin solid. Hasilnya luar biasa: mereka memenangkan lima turnamen berturut-turut, dengan rekor 25 kemenangan tanpa kalah. Turnamen seperti Kejuaraan Asia, Thailand Open, Indonesia Masters, Indonesia Open, dan Malaysia Open menjadi saksi kekuatan baru pasangan ini.

Setelah reuni mereka, Zheng Siwei dan Huang Yaqiong semakin kokoh di peringkat 1 dunia. Pasangan ini terus mencetak prestasi hingga yang terbaru adalah meraih medali emas di Olimpiade Paris 2024.

Dengan pencapaian ini, Zheng Siwei dan Huang Yaqiong telah melengkapi koleksi gelar mereka, mulai dari turnamen BWF seperti All England, Kejuaraan Dunia, BWF World Tour Finals, Asian Games, hingga Olimpiade, menjadikan mereka salah satu pasangan ganda campuran terbaik dalam sejarah bulutangkis dunia.