Tag Archives: China

China Kunci Dua Gelar di Swiss Open 2025, Berpeluang Tambah Trofi

China telah memastikan meraih dua gelar juara di ajang Swiss Open 2025. Prestasi ini diperoleh dari kategori ganda putri dan ganda campuran.

Turnamen Swiss Open 2025 mencapai babak final pada Minggu (23/3). Kompetisi berlevel 300 ini menampilkan dominasi China dengan banyaknya wakil mereka yang berhasil melaju ke partai puncak.

Sebanyak enam wakil dari China tampil di laga final. Di sektor ganda putri, Liu Sheng Shu/Tan Ning akan berhadapan dengan rekan senegaranya, Hia Yi Fan/Zhang Shu Xian. Sementara di ganda campuran, Feng Yan Zhe/Wei Ya Xin akan bertemu dengan Zhu Yi Jun/Zhang Chi.

Dengan pertemuan antara sesama wakil China di dua sektor tersebut, tim Negeri Tirai Bambu dipastikan membawa pulang dua gelar juara. Namun, siapa yang akan menjadi kampiun baru akan diketahui setelah pertandingan yang berlangsung sore ini di St. Jakobshalle.

Selain itu, China juga masih berpeluang menambah gelar dari sektor tunggal. Weng Hong Yang akan bertanding di nomor tunggal putra menghadapi Christo Popov dari Prancis, sementara Chen Yu Fei akan berlaga di tunggal putri melawan Line Hojmark Kjaerfeldt dari Denmark. Saat ini, Chen memiliki rekor kemenangan 4-1 atas Kjaerfeldt.

Satu-satunya sektor yang tidak diwakili oleh China di final adalah ganda putra. Gelar di nomor ini akan diperebutkan oleh pasangan Indonesia, Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin, yang akan menghadapi pasangan Thailand, Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh.

Jika Fikri/Daniel berhasil keluar sebagai juara, maka mereka akan mengulang pencapaian wakil Indonesia sebelumnya di Swiss Open 2022, di mana Fajar Alfian/Muhammad Rian menjadi juara. Pasalnya, pada dua edisi terakhir, 2023 dan 2024, tidak ada ganda putra Indonesia yang meraih gelar juara.

Bagi China, pencapaian tahun ini menjadi peningkatan setelah di edisi sebelumnya tidak ada satu pun wakil mereka yang berhasil mencapai final, apalagi menjadi juara.

Taufik Hidayat Cemas dengan Kehebatan Pebulutangkis Muda China

JAKARTA – Wakil Ketua Umum PBSI, Taufik Hidayat, menyatakan kekagumannya terhadap penampilan tunggal putra muda China, Hu Zhe An, saat mengikuti turnamen King Cup 2024. Menurutnya, ini adalah sinyal bagi pemain tunggal putra Indonesia karena pemain muda berbakat mulai bermunculan.

Taufik Hidayat diundang untuk hadir dan bermain dalam turnamen hiburan bertajuk King Cup International Badminton Open yang berlangsung pada 27-29 Desember 2024 di Shenzhen, China. Turnamen yang khusus untuk sektor tunggal putra ini diikuti oleh delapan pemain dari peringkat 20 besar dunia dan menggunakan format knock-out.

Pengalaman Langsung

Dalam ajang tersebut, Taufik juga diundang untuk bermain dalam pertandingan eksibisi. Legenda bulu tangkis Indonesia ini bermain ganda bersama pemain tunggal putri tuan rumah, Chen Yu Fei, melawan pasangan Kunlavut Vitidsarn/Loh Kean Yew.

Selain berpartisipasi dalam pertandingan eksibisi, Taufik juga menyaksikan partai final yang mempertemukan Anders Antonsen melawan Hu Zhe An. Meski Hu kalah dari jagoan Denmark tersebut, penampilannya berhasil membuat Taufik terkesima.

“Saya awalnya tidak tahu siapa dia, tapi saya bertanya pada teman saya dan katanya dia Juara Dunia Junior. Dia bermain sangat baik di sini,” ujar Taufik, seperti dikutip dari akun Instagram resmi King Cup pada Rabu (1/1/2025).

“Saya melihat dia di final hari ini. Dia pemain yang bagus,” tambah peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 tersebut.

Kekhawatiran

Di sisi lain, kehadiran Hu Zhe An membuat Taufik merasa was-was. Sebagai Wakil Ketua Umum PBSI, Taufik merasa pemain muda China tersebut bisa menjadi ancaman serius bagi pemain-pemain Indonesia.

“Saya harus khawatir tentang posisi para pemain saya di Indonesia karena pemain muda sudah mulai berdatangan dari China,” ungkap Taufik.

Hu Zhe An memang tampil mengesankan dalam turnamen tersebut. Pemain berusia 18 tahun ini berhasil menumbangkan beberapa pemain senior seperti Loh Kean Yew dan Lakshya Sen, menunjukkan bahwa generasi muda China memiliki potensi besar untuk mendominasi dunia bulu tangkis di masa depan.

Potensi Ancaman

Penampilan gemilang Hu Zhe An di King Cup 2024 ini bukan hanya menunjukkan kemampuan individu, tetapi juga mencerminkan sistem pembinaan atlet yang kuat di China. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi PBSI untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet muda di Indonesia agar mampu bersaing di kancah internasional.

Dengan semakin banyaknya pemain muda berbakat yang bermunculan dari berbagai negara, persaingan di dunia bulu tangkis pun semakin ketat. Untuk itu, Indonesia perlu terus mengembangkan dan membina para atlet muda agar tetap bisa bersaing dan mengharumkan nama bangsa di pentas dunia.

Taufik Hidayat berharap bahwa pengalamannya menyaksikan langsung penampilan Hu Zhe An bisa menjadi motivasi bagi para pemain muda Indonesia untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan mereka. Sebab, hanya dengan kerja keras dan dedikasi tinggi, Indonesia bisa terus bersaing dan meraih prestasi gemilang di dunia bulu tangkis.

Inilah Daftar Pembalap Indonesia yang Siap Tampil di Idemitsu Asia Talent Cup 2025

Indonesia kembali menunjukkan taji di dunia balap internasional dengan mengirimkan empat pembalap muda berbakat untuk bersaing di Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) 2025. Pengumuman ini resmi dikeluarkan oleh Dorna Sports dan FIM pada Selasa, 10 Desember 2024. Kompetisi balap bergengsi ini akan berlangsung dalam enam seri dengan total 12 balapan yang menjanjikan persaingan ketat antara para pembalap dari seluruh Asia dan Oseania.

IATC merupakan ajang balap yang menjadi bagian dari program ‘Road to MotoGP’, dirancang untuk menemukan talenta-talenta muda yang memiliki potensi besar di dunia balap motor. Diluncurkan pertama kali pada 2014, kompetisi ini kini semakin berkembang dan menjadi batu loncatan bagi pembalap muda menuju ajang balap bergengsi lainnya seperti MotoGP dan WorldSBK.

Pada edisi 2025, Indonesia diwakili oleh empat pembalap muda, yaitu Alvaro Hetta Mahendra, Davino Britani, Badly Ayatullah, dan Nelson Cairoli. Davino Britani, meski baru pertama kali mengikuti IATC, sebelumnya sempat mendapatkan kesempatan wild card pada ajang IATC Mandalika 2024. Dengan semangat juang yang tinggi, keempat pembalap Indonesia ini siap memberikan yang terbaik di kompetisi yang akan berlangsung mulai Februari 2025.

Selain Indonesia, sejumlah negara di Asia dan Oseania turut mengirimkan perwakilannya. Para pembalap muda dari Jepang, Thailand, Malaysia, Korea Selatan, China, India, Australia, Vietnam, dan Filipina akan turut meramaikan persaingan. Total ada 20 pembalap yang akan berlaga, dengan 7 di antaranya sudah memiliki pengalaman sebelumnya di IATC, sementara 13 lainnya adalah rookie yang berhasil lolos seleksi ketat.

Para pembalap akan memulai musim 2025 dengan tes pramusim yang akan digelar di Buriram, Thailand, pada 21-22 Februari 2025. Setelah itu, mereka akan bertarung dalam seri pertama yang digelar di Buriram pada 28 Februari hingga 2 Maret 2025. Seri-seri berikutnya akan dilaksanakan di berbagai negara, dengan beberapa lokasi ikonik seperti Lusail di Qatar, Sepang di Malaysia, dan Mandalika di Indonesia yang juga akan menjadi tuan rumah pada 3-5 Oktober 2025.

Jadwal balapan IATC 2025:

  1. Tes Pramusim: Buriram, Thailand, 21-22 Februari 2025
  2. Seri 1: Buriram, Thailand, 28 Februari-2 Maret 2025
  3. Seri 2: Lusail, Qatar, 11-13 April 2025
  4. Seri 3: Sepang, Malaysia, Agustus/September 2025
  5. Seri 4: Motegi, Jepang, 26-28 September 2025
  6. Seri 5: Mandalika, Indonesia, 3-5 Oktober 2025
  7. Seri 6: Sepang, Malaysia, 24-26 Oktober 2025

Dengan adanya pembalap-pembalap muda Indonesia yang siap bersaing di kancah internasional ini, diharapkan dapat terus menginspirasi generasi muda Indonesia untuk mengejar mimpi di dunia balap motor. Jangan lupa untuk memberikan dukungan penuh kepada para rider Tanah Air yang akan tampil dalam ajang IATC 2025.

Kisah Zheng Siwei/Huang Yaqiong, Ganda Campuran Dunia Nomor 1 yang Makin Ganas Usai CLBK

Kisah pasangan ganda campuran top dunia, Zheng Siwei dan Huang Yaqiong, sangat menarik untuk diulas. Pasangan bulutangkis asal China ini menjadi semakin tangguh setelah mereka kembali dipasangkan pada 2022.

Saat ini, China memang mendominasi hampir semua sektor bulutangkis dunia, dan sektor ganda campuran menjadi salah satu yang paling tak tergoyahkan. Posisi puncak sektor ini dipegang oleh pasangan Zheng Siwei/Huang Yaqiong yang kokoh bertahan di peringkat 1 BWF.

Zheng Siwei dan Huang Yaqiong awalnya di gabungkan waktu november 2017. Dengan cepat, mereka melejit ke peringkat teratas BWF, hanya butuh waktu kurang dari satu tahun untuk mencapai posisi nomor 1 dunia. Pada minggu ke-32 tahun 2018, mereka resmi menduduki puncak peringkat dunia setelah meraih berbagai gelar penting, termasuk emas di Asian Games 2018.

Namun, perjalanan mereka tidak selalu mulus. Pada 2022, pasangan ini sempat dipisahkan untuk dua turnamen, yaitu German Open 2022 dan Korea Masters 2022. Saat itu, Zheng Siwei dipasangkan dengan pemain muda Zhang Shu Xian, sedangkan Huang Yaqiong bertandem dengan Ou Xuan Yi. Meskipun hasil yang diperoleh tidak buruk, kinerja mereka kurang optimal dibandingkan ketika bersama.

Pada April 2022, Zheng Siwei dan Huang Yaqiong akhirnya dipasangkan kembali. Pengalaman bermain dengan tandem baru ternyata memberi mereka perspektif berbeda, yang membuat keduanya semakin solid. Hasilnya luar biasa: mereka memenangkan lima turnamen berturut-turut, dengan rekor 25 kemenangan tanpa kalah. Turnamen seperti Kejuaraan Asia, Thailand Open, Indonesia Masters, Indonesia Open, dan Malaysia Open menjadi saksi kekuatan baru pasangan ini.

Setelah reuni mereka, Zheng Siwei dan Huang Yaqiong semakin kokoh di peringkat 1 dunia. Pasangan ini terus mencetak prestasi hingga yang terbaru adalah meraih medali emas di Olimpiade Paris 2024.

Dengan pencapaian ini, Zheng Siwei dan Huang Yaqiong telah melengkapi koleksi gelar mereka, mulai dari turnamen BWF seperti All England, Kejuaraan Dunia, BWF World Tour Finals, Asian Games, hingga Olimpiade, menjadikan mereka salah satu pasangan ganda campuran terbaik dalam sejarah bulutangkis dunia.