Tag Archives: Basket

https://hementeslimat.com

Oklahoma City Thunder Raih Gelar Divisi Northwest, Dekati Unggulan Pertama Wilayah Barat

Oklahoma City Thunder memastikan gelar juara Divisi Northwest dan semakin dekat untuk mengunci posisi unggulan pertama di Wilayah Barat setelah meraih kemenangan meyakinkan 133-100 atas Philadelphia 76ers dalam laga NBA yang berlangsung di Oklahoma City, Kamis WIB.

Jaylin Williams menjadi sorotan dalam kemenangan ini setelah mencatatkan triple-double kedua dalam kariernya dengan torehan 19 poin, 17 rebound, dan 11 assist, sekaligus mencatatkan rekor poin tertinggi sepanjang kariernya. Meski tampil tanpa Shai Gilgeous-Alexander yang merupakan pencetak poin terbanyak NBA musim ini, Thunder tetap tampil dominan dengan kedalaman skuad yang solid. Selain Gilgeous-Alexander yang mendapat jatah istirahat, Thunder juga harus bermain tanpa Lu Dort, Isaiah Hartenstein, dan Jalen Williams yang absen akibat cedera.

Aaron Wiggins menjadi top skor bagi Thunder dengan 26 poin, diikuti Isaiah Joe yang mencetak 21 poin dan Chet Holmgren dengan 19 poin. Sementara itu, Philadelphia 76ers yang juga kehilangan sejumlah pemain kunci, sempat memberikan perlawanan di babak pertama. Quentin Grimes mencetak 28 poin sebagai pencetak angka terbanyak bagi Sixers, sedangkan Justin Edwards menambah 19 poin. Namun, absennya Tyrese Maxey, Kelly Oubre Jr., Joel Embiid, dan Paul George yang dipastikan tidak bermain hingga akhir musim membuat Sixers kesulitan mempertahankan ritme permainan setelah jeda babak pertama.

Thunder tampil tajam dengan melepaskan 56 percobaan tembakan tiga angka dan mencetak 24 di antaranya dengan akurasi 46,2 persen. Di sisi lain, Sixers mencetak rekor tim dengan 57 percobaan tripoin, tetapi hanya berhasil memasukkan 18 kali atau dengan persentase 31,6 persen. Memasuki kuarter ketiga, Thunder semakin menjauh setelah unggul 33-14, menutup periode dengan keunggulan 103-74. Efektivitas rotasi pemain memungkinkan tujuh pemain Thunder mencatatkan perolehan angka dua digit, di antaranya Branden Carlson (16), Kenrich Williams (13), dan Dillon Jones (11).

Philadelphia 76ers dijadwalkan bertandang ke markas San Antonio Spurs pada Sabtu (22/3), sedangkan Oklahoma City Thunder akan menghadapi Charlotte Hornets di kandang pada hari yang sama.

Meskipun Luka Doncic Memukau, Bucks Berhasil Menang

Pada Kamis malam (13/3), Luka Doncic menunjukkan performa luar biasa saat Los Angeles Lakers bertemu dengan Milwaukee Bucks di Fiserv Forum, Milwaukee. Meski Doncic mencatatkan 45 poin yang impresif, upaya kerasnya masih belum cukup untuk memberikan kemenangan bagi timnya. Milwaukee Bucks berhasil mengalahkan Lakers dengan skor 126-106, menahan keperkasaan Doncic meski ia tampil luar biasa sepanjang pertandingan.

Luka Doncic menjadi bintang utama dalam pertandingan ini dengan mencetak 45 poin dan 11 rebound. Penampilannya di babak pertama sangat dominan, dengan 29 poin yang membuat Lakers sempat mengimbangi permainan. Catatan 45 poin tersebut menyamai rekor tertingginya di musim ini dan menjadi yang terbanyak sejak ia bergabung dengan Lakers, menunjukkan betapa besar dampaknya bagi tim. Namun, meski penampilan impresif Doncic, kekuatan tim tuan rumah tetap terlalu tangguh.

Di pihak lain, Giannis Antetokounmpo kembali tampil gemilang untuk Bucks. Pemain asal Yunani tersebut menyumbangkan 24 poin, 12 rebound, dan 9 assist, mengatur jalannya pertandingan di saat-saat krusial. Damian Lillard juga memberi kontribusi besar dengan 22 poin, 10 assist, dan 6 rebound, sementara Brook Lopez menambah 23 poin untuk memastikan kemenangan tim tuan rumah. Kevin Porter Jr. juga memberikan sumbangan 22 poin, membuat kekuatan Bucks semakin sulit dibendung.

Bucks sendiri berhasil mengakhiri rentetan tiga kekalahan beruntun yang mereka alami sebelumnya. Meskipun Lakers berusaha memberikan perlawanan, mereka hampir tertinggal sepanjang pertandingan. Di kuarter ketiga, Antetokounmpo menjadi kunci utama saat mencetak 10 poin dalam laju 24-7 yang memperlebar keunggulan timnya, membawa Bucks menjauh dari 76-70 menjadi 100-77. Upaya keras Lakers untuk mengejar pun gagal, meski mereka sempat membuat pertandingan semakin sengit di beberapa kesempatan.

Kondisi cedera yang melanda beberapa pemain Lakers juga memberikan dampak signifikan. Tanpa keunggulan tinggi badan yang biasanya mereka miliki, Lakers pun terpaksa memberikan lebih banyak menit permainan kepada beberapa pemain cadangan seperti Alex Len, Christian Koloko, serta pemain veteran Markieff Morris.

Meskipun hasil akhir tidak berpihak pada Lakers, penampilan Doncic yang semakin membaik menjadi sorotan utama. Setelah memulai kiprahnya yang agak lambat dengan hanya mencetak rata-rata 21 poin per pertandingan di tujuh pertandingan pertama, Doncic kini telah menunjukkan performa yang lebih konsisten dengan rata-rata 32 poin per pertandingan di bulan Maret ini. Bagi para penggemar Lakers, meski kalah, mereka bisa merasa senang melihat Doncic semakin nyaman dengan tim barunya.

Kini, Lakers akan melanjutkan perjalanan mereka dengan bertandang ke Denver Nuggets pada hari Jumat. Di sisi lain, Milwaukee Bucks akan menghadapi Indiana Pacers pada hari Sabtu mendatang.

Dengan penampilan mengesankan yang terus ditunjukkan oleh Luka Doncic, Lakers diharapkan akan lebih kuat di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Namun, kemenangan tetap menjadi prioritas utama, dan mereka harus segera bangkit dari hasil yang kurang memuaskan kali ini.

Superior! Thunder Raih Kemenangan Ketiga Beruntun atas Grizzlies

Oklahoma City Thunder melanjutkan performa gemilang mereka dengan meraih kemenangan kelima berturut-turut setelah mengalahkan Memphis Grizzlies dengan skor 120-103 di FedEx Forum. Kemenangan ini tidak hanya memperpanjang rekor kemenangan mereka, tetapi juga memastikan Thunder meraih tempat di postseason.

Thunder tampil dominan sejak awal dan hampir mencetak lebih dari 30 poin di setiap kuarter. Momentum pertandingan berbalik pada pertengahan kuarter kedua, ketika Thunder berhasil merebut kendali permainan. Meski Grizzlies berusaha keras mengejar, mereka tidak mampu memangkas selisih lebih dari empat poin hingga akhir kuarter pertama (64-59).

Pada babak final, Thunder kembali melarikan diri dengan mencatatkan keunggulan hingga 21 poin. Keberhasilan ini didukung oleh permainan rapi Thunder yang hanya mencatatkan 11 turnover, menjadikan mereka tim dengan turnover paling sedikit di liga dengan 11,2 turnover per pertandingan.

Sebaliknya, Grizzlies dipaksa melakukan 16 turnover yang berhasil dimanfaatkan oleh Thunder menjadi 17 poin. Meskipun kedua tim mengumpulkan 46 poin dari paint area, Grizzlies kesulitan menembus pertahanan Oklahoma City dengan hanya mencatatkan akurasi 37/91 tembakan.

Thunder tidak hanya unggul di lini pertahanan, tetapi juga di sektor serangan. Tim ini menembak dengan sangat efisien, mengonversi 44 tembakan dari 87 percobaan, dengan 15 tembakan tiga angka yang menghujam pertahanan Grizzlies. Lima pemain Thunder mencatatkan persentase tembakan di atas 50 persen, sebuah pencapaian luar biasa bagi tim ini.

Shai Gilgeous-Alexander (SGA) tampil sebagai bintang pada pertandingan ini dengan mencetak 41 poin dari 14/25 tembakan dan 10/10 tembakan bebas. Pemain asal Kanada tersebut juga menyumbang 8 asis, 2 rebound, dan 2 steal dalam waktu 34 menit bermain. Keperkasaan SGA membawa Thunder meraih kemenangan besar atas Grizzlies.

Tidak hanya SGA, pemain lainnya juga memberikan kontribusi signifikan. Jalen Williams menambah 20 poin, 9 asis, 5 rebound, dan 2 steal, sementara Isaiah Hartenstein mencatatkan 10 poin, 15 rebound, 9 asis, dan 2 steal. Aaron Wiggins dari bangku cadangan juga tampil gemilang dengan 16 poin dari 6 tembakan, sementara Jaylin Williams menambah 13 poin dan 4 rebound, dengan catatan sempurna dalam 4 tembakan tiga angka.

Di pihak Grizzlies, kembalinya Ja Morant setelah dua pertandingan absen akibat cedera bahu memberikan dampak positif, dengan mencetak 24 poin dan 6 asis. Desmond Bane dan Scotty Pippen Jr. masing-masing mencetak 15 poin, sementara Brandon Clarke mencatatkan 13 poin dan 11 rebound.

Dengan rekor kemenangan 51-11, Thunder kini nyaman berada di puncak klasemen Wilayah Barat, sementara Grizzlies tertinggal di posisi keempat dengan 38-24. Thunder telah mengalahkan Grizzlies dalam tiga pertandingan terakhir musim ini, dan masih berpeluang untuk melakukan sapu bersih. Pertemuan terakhir antara kedua tim di musim reguler akan berlangsung pada 28 Maret mendatang.

Kemenangan ini semakin memperkuat posisi Oklahoma City Thunder sebagai kandidat kuat untuk meraih posisi puncak Wilayah Barat menuju postseason NBA 2025.

Borneo Raih Empat Kemenangan Beruntun, Qualls Dominasi Pertandingan

Borneo Hornbills terus menunjukkan dominasi mereka di musim 2025. Pada laga pembuka pekan keempat IBL 2025, tim asal Kalimantan ini berhasil meraih kemenangan atas Satya Wacana dengan skor 79-68. Pertandingan yang digelar di GOR Laga Tangkas, Bogor, pada Kamis (30/1/2025), menjadi saksi kebangkitan Borneo setelah sempat tertinggal di awal pertandingan.

Laga dimulai dengan kurang menguntungkan bagi Borneo yang tertinggal hingga 13 poin di kuarter pertama. Namun, semangat juang mereka mulai terlihat pada kuarter kedua. Tim asuhan Ismael tersebut tampil dengan intensitas tinggi, berhasil mencetak 24 poin dan menutup kuarter kedua dengan skor yang lebih seimbang, membuat kedudukan menjadi 39-39 sebelum jeda.

Di kuarter ketiga, Borneo mulai menunjukkan taji mereka. Pada lima menit pertama di kuarter keempat, Borneo mencetak 10 poin berbanding hanya 2 poin dari Satya Wacana, menjauhkan jarak secara signifikan. Keunggulan ini terus dipertahankan hingga peluit akhir berbunyi, mengamankan kemenangan untuk Borneo.

Michael Qualls, pemain andalan Borneo, tampil luar biasa dengan catatan dobel-dobel 29 poin dan 16 rebound dari 6 tembakan yang berhasil. Ini menjadi dobel-dobel kedua berturut-turut untuk Qualls, yang menunjukkan performa stabilnya sepanjang musim ini. Hingga kini, Qualls hanya sekali gagal mencetak 20 poin dalam enam pertandingan yang telah dijalani.

Brandon McCoy juga mencatatkan dobel-dobel dengan 14 poin, 11 rebound, dan 3 blok. McCoy, yang menjalani musim pertamanya di IBL, tampil konsisten dengan selalu mencatatkan dobel-dobel di setiap pertandingan yang ia mainkan. Selain itu, Devondrick Walker turut memberikan kontribusi signifikan dengan mencetak 14 poin dan 4 assist dari bangku cadangan.

Di sisi Satya Wacana, tim hanya memiliki dua pemain yang berhasil mencetak dua digit angka. Marquis Davidson memimpin tim dengan 21 poin, 8 rebound, dan 6 assist, sementara Ikcaven Curry menambahkan 18 poin dan 7 rebound. Keduanya terus tampil impresif sepanjang musim ini, namun tak cukup untuk menghindarkan Satya Wacana dari kekalahan.

Dengan kemenangan ini, Borneo Hornbills mencatatkan kemenangan keempat berturut-turut dan kini berada di posisi 4-2, yang menjadi awal musim terbaik mereka setelah pada 2023 sempat mencatatkan 5-1. Sementara itu, Satya Wacana harus menerima kekalahan keempat mereka dalam musim ini, dengan catatan 2-4.

Borneo akan melanjutkan perjalanan mereka dengan menghadapi Satria Muda Pertamina Jakarta pada laga selanjutnya, sementara Satya Wacana baru akan kembali bertanding pada pekan kelima, 8 Februari, dengan menjamu Prawira Bandung.

Lakers Lanjutkan Tren Positif, Anthony Davis Bersinar dengan Rekor Gemilang

Los Angeles Lakers melanjutkan performa impresif mereka dengan mencatatkan kemenangan keempat secara beruntun. Dalam laga yang berlangsung di Spectrum Center, Lakers sukses mengalahkan Charlotte Hornets dengan skor 112-107. Hasil ini memperkokoh posisi Lakers di lima besar klasemen Wilayah Barat, terlebih setelah Los Angeles Clippers mengalami kekalahan pada hari yang sama.

Dominasi Lakers, Hornets Tanpa LaMelo Ball

Sejak awal pertandingan, Lakers menunjukkan dominasi mereka atas Hornets. Absennya LaMelo Ball, yang harus keluar pada pertengahan kuarter kedua akibat cedera pergelangan kaki kiri, menjadi pukulan berat bagi Hornets. LaMelo hanya mencatatkan 7 poin selama 8 menit bermain sebelum meninggalkan lapangan.

Lakers sempat unggul hingga selisih 23 poin di pertengahan laga. Hornets berusaha memberikan perlawanan dan memperkecil margin menjadi dua poin (88-86) di awal kuarter ketiga. Namun, aksi gemilang Jaxson Hayes dengan lay-up penting membantu Lakers menjauh dan mengamankan kemenangan.

Statistik dan Performa Pemain Kunci

Lakers mengandalkan dominasi di paint area, menghasilkan 66 poin dari total 44/86 tembakan. Mereka juga unggul dalam perebutan rebound, mencatatkan 48-34, di mana hampir setengah rebound tim diraih oleh Anthony Davis. Sementara itu, Hornets mencoba mengimbangi dengan mencetak 14 tripoin dari 36 percobaan, meski akurasi keseluruhan mereka (39/87) masih di bawah Lakers.

Anthony Davis menjadi bintang utama dalam laga ini. Ia mencatatkan performa luar biasa dengan dobel-dobel 42 poin dan 23 rebound, ditambah 2 asis serta 2 blok. Davis tampil efektif dengan akurasi 60 persen dari 17/28 tembakan, meski hanya bermain selama 26 menit.

LeBron James juga memberikan kontribusi signifikan dengan 22 poin dari 9/17 tembakan, dilengkapi 7 rebound dan 8 asis dalam 36 menit bermain. Namun, Austin Reaves sedang kurang maksimal, mencatatkan 17 poin dari 5/14 tembakan, meski turut menyumbang 5 rebound, 6 asis, dan 3 steal.

Upaya Hornets dan Performa Pemain Cadangan

Di kubu Hornets, Miles Bridges menjadi pencetak poin terbanyak dengan 26 poin dan 8 rebound. Kontribusi tambahan datang dari Josh Okogie, yang mencetak 19 poin dari bangku cadangan, serta Josh Green dengan 15 poin. Mark Williams dan Vasilije Micic masing-masing menambahkan 11 poin untuk Hornets, meski belum cukup untuk menahan laju Lakers.

Persaingan Klasemen

Lakers kini mengejar posisi Denver Nuggets di klasemen Wilayah Barat. Kedua tim memiliki rekor kemenangan yang sama, namun Nuggets unggul dalam rekor divisi. Pada hari yang sama, Nuggets harus mengakui keunggulan Chicago Bulls dengan skor 121-129. Di sisi lain, Hornets (12-31) masih terjebak di posisi dua terbawah Wilayah Timur, di atas Washington Wizards (6-39).

Dengan momentum positif ini, Lakers berpeluang besar memperbaiki posisi mereka di klasemen, sementara Hornets harus berjuang lebih keras untuk keluar dari zona bawah.

Philadelphia 76ers Menumbangkan Cleveland Cavaliers, Akhiri Rentetan Kekalahan

Philadelphia 76ers berhasil mengalahkan Cleveland Cavaliers dengan skor 132-129 dalam pertandingan yang berlangsung di Wells Fargo Center. Kemenangan ini sangat berarti bagi 76ers, yang sebelumnya mengalami tujuh kekalahan berturut-turut, dan sekaligus menghentikan momentum positif Cavaliers yang merupakan pemuncak klasemen NBA.

Pertandingan ini menjadi sorotan karena kedua tim memiliki catatan yang sangat berbeda. Cleveland Cavaliers, dengan rekor 36-7, datang sebagai tim teratas di liga, sementara Philadelphia 76ers berjuang di posisi bawah klasemen dengan rekor 15-27. Namun, dalam pertandingan ini, 76ers menunjukkan semangat juang yang tinggi meskipun tanpa kehadiran bintang mereka, Joel Embiid, yang masih cedera. Ini menunjukkan bahwa meskipun dalam kondisi sulit, tim dapat bersatu untuk meraih kemenangan.

Paul George tampil gemilang dengan mencetak 30 poin dan menjadi motor serangan tim. Tyrese Maxey juga memberikan kontribusi besar dengan 29 poin dan tujuh assist. Kelly Oubre Jr. menambah kekuatan tim dengan 22 poin dan 13 rebound. Kombinasi performa pemain ini menunjukkan kedalaman skuad 76ers dan kemampuan mereka untuk bersaing melawan tim kuat seperti Cavaliers. Ini mencerminkan pentingnya peran pemain cadangan dalam mendukung hasil akhir pertandingan.

Pertandingan berlangsung ketat sejak awal, dengan kedua tim saling bergantian memimpin. Cavaliers sempat unggul di kuarter kedua setelah menembakkan enam tembakan tiga angka secara sukses. Namun, 76ers mampu bangkit dan menyelesaikan kuarter ketiga dengan keunggulan tipis. Momen krusial terjadi di kuarter keempat ketika Philadelphia melakukan serangkaian poin berturut-turut untuk merebut kembali kendali pertandingan. Ini menunjukkan bahwa ketahanan mental dan strategi permainan yang baik sangat penting dalam situasi tekanan.

Kemenangan ini tidak hanya menghentikan rentetan kekalahan tetapi juga memberikan dorongan moral bagi tim dan penggemar. Pelatih Nick Nurse menyatakan bahwa hasil ini menunjukkan potensi besar dari skuadnya meskipun tidak lengkap. Dengan semangat baru, 76ers berharap dapat memperbaiki posisi mereka di klasemen NBA dalam beberapa pertandingan mendatang. Ini mencerminkan harapan untuk masa depan yang lebih cerah bagi tim.

Dengan hasil positif ini, Philadelphia 76ers berharap dapat terus membangun momentum untuk menghadapi pertandingan selanjutnya. Kemenangan melawan Cavaliers yang merupakan pemimpin klasemen adalah langkah penting bagi mereka untuk kembali bersaing di liga. Diharapkan bahwa tim dapat mempertahankan performa ini dan terus berjuang demi meraih kesuksesan di sisa musim NBA yang masih panjang.

Keputusan Mengejutkan: LeBron James & Bronny Tolak Hadir di NBA All-Star 2025

LeBron James kembali mencetak sejarah dengan terpilih sebagai pemain NBA All-Star untuk ke-21 kalinya dalam 22 musim kariernya. Prestasi ini semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu legenda terbesar di dunia basket. Namun, meskipun menjadi ikon utama dalam All-Star Game, LeBron tetap konsisten menolak berpartisipasi dalam rangkaian acara All-Star Weekend. Tahun ini, ia bersama putranya, Bronny James, kembali menolak tawaran dari NBA untuk terlibat dalam Skills Challenge.

NBA berupaya menyajikan konsep baru dalam All-Star Weekend dengan mengusulkan duo ayah-anak, LeBron dan Bronny, untuk berkolaborasi dalam Skills Challenge. Ide ini diperkirakan dapat memberikan daya tarik besar bagi penggemar. Sayangnya, baik LeBron maupun Bronny menolak tawaran tersebut. Bronny juga dikabarkan menolak undangan untuk berpartisipasi dalam Rising Stars Challenge, acara yang dirancang untuk menyoroti bakat-bakat muda di NBA.

Hingga kini, alasan penolakan LeBron dan Bronny untuk terlibat dalam acara tersebut belum jelas. Namun, jika mereka setuju, hal itu akan menjadi sorotan besar dalam All-Star Weekend dan memberikan momen tak terlupakan bagi penggemar.

Momen Bersejarah Ayah dan Anak di NBA

LeBron dan Bronny mencatatkan sejarah pada 22 Oktober 2024, ketika keduanya bermain bersama untuk Los Angeles Lakers melawan Minnesota Timberwolves. Momen tersebut menjadikan mereka pasangan ayah-anak pertama yang tampil dalam satu tim di liga NBA. Meski demikian, LeBron tetap mempertahankan keputusannya untuk tidak terlibat dalam event seperti Slam Dunk Contest atau Skills Challenge sepanjang kariernya.

Pada 2009, LeBron sempat menyatakan keinginannya untuk berpartisipasi dalam Kontes Slam Dunk 2010. Namun, rencana itu tidak pernah terwujud. Dalam wawancara pada 2023, LeBron mengungkapkan bahwa memenangkan event All-Star bukanlah bagian dari target pribadinya. Kemungkinan besar, kita tidak akan melihatnya berlaga dalam Kontes Slam Dunk hingga ia memutuskan pensiun.

Gebrakan Baru dalam NBA All-Star Weekend

All-Star Weekend dikenal sebagai rangkaian acara hiburan menjelang All-Star Game, termasuk Skills Challenge, Kontes Tripoin, dan Slam Dunk Contest. Tahun ini, NBA menambahkan inovasi baru untuk meningkatkan daya tarik acara. Dalam All-Star Weekend 2024 di Indianapolis, Victor Wembanyama turut berpartisipasi dalam Skills Challenge dan Rising Stars Challenge. Acara tersebut juga menghadirkan eksibisi seru, seperti duel tripoin antara bintang NBA Stephen Curry dan pemain WNBA Sabrina Ionescu.

Terlepas dari absennya LeBron dan Bronny, NBA tetap berupaya menjadikan All-Star Weekend sebagai hiburan yang menarik bagi para penggemar. Namun, absennya duo ikonik ayah-anak ini tentu meninggalkan sedikit kekecewaan, mengingat potensi mereka untuk menciptakan momen bersejarah yang lebih besar di panggung NBA.

Paul George Mulai Bosan dan Malas Bertahan

Philadelphia 76ers terpaksa menelan kekalahan beruntun ketujuh mereka dalam musim yang penuh tantangan ini, dengan rekor saat ini mencapai 15-27. Cedera yang terus menghantui tim sepanjang musim menjadi masalah utama, terutama ketidakhadiran Joel Embiid, pemain kunci yang sangat dibutuhkan dalam komposisi inti tim. Meskipun Paul George kembali bermain setelah absen dua pertandingan, penampilannya masih jauh dari maksimal. George tampak kurang bertenaga, baik di sisi pertahanan maupun penyerangan, yang menjadi salah satu faktor kekalahan timnya.

Pada laga yang berlangsung melawan Denver Nuggets, tim tuan rumah tampil sangat solid dengan komposisi pemain yang sehat, dipimpin oleh bintang Nikola Jokic. Nuggets langsung menunjukkan dominasinya sejak kuarter pertama dengan mencetak 18 poin fast-break, yang membuka jalan bagi keunggulan dua digit. Philadelphia mencoba untuk bangkit pada kuarter ketiga, namun ketangguhan Nuggets, terutama Jokic yang tampil luar biasa dengan 27 poin, 13 rebound, dan 10 asis, membuat 76ers harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor akhir 144-109.

Tyrese Maxey tampil menonjol dengan mencetak 28 poin dan 10 asis untuk 76ers, namun kontribusinya masih belum cukup untuk meredam serangan balik cepat Nuggets. Paul George, yang kembali bermain, menyumbang 11 poin, 9 asis, dan 5 rebound, sementara Guerschon Yabusele, yang juga kembali dari cedera, menambah 22 poin dari bangku cadangan. Meski begitu, meski Philadelphia memaksa Nuggets melakukan enam turnover pada kuarter pertama, pertahanan mereka tetap bocor dan kebobolan 35 poin dalam 12 menit pertama.

Kehebatan Jokic sebagai pemain terbaik dunia memang tak terbantahkan, dan Denver Nuggets menunjukkan betapa mudahnya mereka bertransisi dalam permainan saat Jokic mengarahkan tim. Pelatih Nick Nurse mencoba berbagai cara, termasuk memanggil dua time-out pada tujuh menit pertama pertandingan dan memasukkan pemain seperti Adem Bona dan Reggie Jackson untuk memberi energi baru, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil yang diharapkan.

Keputusan pelatih Nurse untuk menempatkan Paul George sebagai center, mengingat absennya Embiid dan Andre Drummond, tak lepas dari rasa frustrasi George. Meski mengakui alasan taktis di balik penempatan ini, George mengungkapkan bahwa dia merasa tidak nyaman bermain di posisi tersebut. “Saya lebih suka bertahan melawan pemain sayap yang cepat, bukan bertarung melawan pemain besar di posisi lima,” ungkap George. Rasa tidak puasnya dengan peran baru ini jelas terlihat saat dia kesulitan menemukan ritme permainan dan terhambat oleh beberapa keterbatasan fisik.

Masalah cedera yang mendera 76ers musim ini semakin memperburuk keadaan, dengan trio inti Embiid, George, dan Maxey yang jarang tampil bersama di lapangan. Pelatih Nurse kini harus menghadapi kenyataan bahwa timnya sangat bergantung pada adaptasi individu seperti yang dilakukan oleh George, meski dia lebih nyaman dalam peran alaminya di posisi sayap. Tugas ke depan bagi 76ers adalah mencari solusi berkelanjutan agar bisa bersaing di Wilayah Timur yang semakin kompetitif, sambil berharap para pemain kunci mereka bisa kembali ke performa terbaiknya.

Knicks Menang Lawan Nets Sebelum Menghadapi Jadwal Brutal

New York Knicks berhasil menambah koleksi kemenangan mereka dengan menundukkan Brooklyn Nets 99-95 pada pertandingan yang berlangsung pada Selasa, 21 Januari 2025, waktu setempat. Kemenangan ini menjadi yang kedua berturut-turut bagi Knicks, meskipun mereka menghadapi jadwal yang semakin berat menjelang jeda All-Star NBA.

Dalam pertandingan yang menandai kembalinya Mikal Bridges ke Barclays Center, Knicks menunjukkan performa solid meski tidak mudah. Karl-Anthony Towns tampil gemilang dengan mengemas 25 poin dan 16 rebound, sementara Jalen Brunson menjadi pahlawan di akhir pertandingan dengan mencetak 8 poin krusial, menyelesaikan laga dengan total 17 poin. OG Anunoby juga memberi kontribusi signifikan dengan 20 poin, dan Precious Achiuwa menambah 11 poin dari bangku cadangan.

Dari sisi Brooklyn Nets, D’Angelo Russell memimpin tim dengan 23 poin dan 10 assist, sementara Cam Johnson menambah 16 poin. Namun, Nets harus menelan kekalahan keempat berturut-turut dan kini tercatat kalah dalam sembilan dari 10 pertandingan terakhir mereka.

Meskipun Knicks sempat unggul dua digit di kuarter ketiga, Nets berhasil bangkit dan sempat memimpin 88-87 setelah Keon Johnson mencetak tembakan tiga angka di sisa waktu 5:18. Namun, Knicks segera merespons dengan keunggulan 91-90 berkat tembakan jumper Brunson, yang kemudian melesakkan tiga tembakan berturut-turut, termasuk jumper step-back di menit-menit akhir, memberikan Knicks keunggulan 95-92. Russell sempat memperkecil defisit dengan tripoin, namun tembakan bebas dari Brunson memastikan kemenangan Knicks.

Kendati meraih kemenangan, Knicks menghadapi kenyataan bahwa mereka harus menghadapi jadwal yang jauh lebih menantang ke depan. Setelah melawan Nets, Knicks akan bertemu dengan Sacramento Kings di Madison Square Garden pada Sabtu, diikuti pertandingan melawan Memphis Grizzlies yang dipimpin Ja Morant pada Senin mendatang. Tim ini juga harus menghadapi Denver Nuggets, Los Angeles Lakers, dan Houston Rockets sebelum memasuki bulan Februari, dengan laga melawan Boston, Indiana, dan Atlanta di akhir bulan.

Pelatih kepala Knicks, Tom Thibodeau, mengungkapkan keyakinannya bahwa timnya mampu bersaing melawan tim mana pun di liga, meskipun mereka belum sepenuhnya menemukan ritme terbaik mereka. “Setiap tim di NBA mampu mengalahkan siapa saja jika mereka bermain dengan persiapan yang matang. Nama besar pemain tidak selalu menjamin kemenangan,” ujar Thibodeau. Meskipun Knicks meraih kemenangan dalam pertandingan ini, mereka masih harus memperbaiki banyak aspek permainan jika ingin bersaing melawan tim-tim elit di NBA.

Secara keseluruhan, kemenangan atas Nets tetap memberikan tambahan poin penting, meski Knicks masih harus meningkatkan performa mereka untuk menghadapai lawan yang lebih tangguh di pertandingan mendatang.

Stephen Curry: Boston Celtics Telah Berubah Sejak Final NBA 2022

Bintang Golden State Warriors, Stephen Curry, memberikan pandangannya tentang perubahan signifikan yang terjadi pada tim Boston Celtics sejak mereka bertemu di Final NBA 2022. Dalam wawancara setelah kekalahan telak Warriors dari Celtics dengan skor 125-85, Curry mengakui bahwa Celtics kini tampil dengan kepercayaan diri dan semangat juang yang tinggi.

Kekalahan tersebut menandai salah satu momen terburuk bagi Warriors di musim ini, dan menjadi pengingat akan dominasi Celtics yang telah berkembang. Curry mencatat bahwa Celtics, sebagai juara bertahan, datang dengan “level kepercayaan dan swagger” yang berbeda dibandingkan dengan timnya. Ini menunjukkan bahwa mentalitas tim juara dapat mempengaruhi performa mereka dalam pertandingan.

Curry menekankan bahwa Celtics telah bertransformasi menjadi tim yang lebih kuat dan lebih terorganisir sejak final lalu. Ia menyebutkan bahwa saat ini, mereka memiliki identitas yang jelas dan mampu menghadapi tekanan dari lawan-lawan mereka. Ini mencerminkan bagaimana tim yang sukses dapat terus berkembang dan beradaptasi dengan tantangan baru di liga.

Sementara itu, Curry mengakui bahwa Warriors sedang berjuang untuk menemukan ritme permainan mereka. Dengan catatan 21-21 setelah kekalahan ini, timnya berada di posisi yang tidak ideal dalam klasemen. Curry menyatakan bahwa ketika tim tidak bisa mencetak poin, semangat dan daya saing mereka juga menurun. Ini menunjukkan pentingnya konsistensi dalam performa untuk mencapai kesuksesan.

Kekalahan telak ini juga berdampak pada moral tim Warriors. Curry menegaskan bahwa kekalahan seperti ini dapat memicu keraguan di dalam tim, dan penting bagi mereka untuk tetap fokus pada apa yang perlu diperbaiki. Ini mencerminkan tantangan psikologis yang dihadapi oleh atlet profesional ketika hasil pertandingan tidak sesuai harapan.

Dengan semua perubahan yang terjadi baik di Celtics maupun Warriors, semua pihak berharap agar Warriors dapat segera menemukan kembali performa terbaik mereka. Diharapkan bahwa pengalaman dari pertandingan ini akan menjadi pelajaran berharga bagi Curry dan rekan-rekannya untuk menghadapi tantangan di sisa musim. Keberhasilan dalam mengatasi kesulitan ini akan menjadi indikator penting bagi potensi Warriors dalam mengejar kesuksesan di playoff mendatang.